RABU, 3 AGUSTUS 2016

BANDUNG --- Wali Kota Bandung, Ridwan Kami menegaskan, penyandang disabilitas memiliki kesempatan yang sama dengan masyarakat lainnya dalam mendapatkan pekerjaan di Kota Kembang. Ia mengimbau, tidak boleh ada perusahaan yang mengkerdilkan harapan penyandang cacat ketika hendak mencari pekerjaan.


Pria karib disapa Emil ini menambahkan, hal tersebut sesuai dengan semangat Equal Employment Opportunity (EEO).

"Tidak boleh mendiskriminasikan calon karyawan yang menyandang disabilitas," kata Ridwan di Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung, Rabu (3/8/2016).

Selama secara teknik penyandang disabilitas tersebut mampu mengerjakan pekerjaannya, maka setiap perusahaan wajib membuka pintu bagi mereka.

"Di wilayah hukum Bandung tidak boleh ada perusahaan yang mendiskriminasi calon karyawannya yang punya disabilitas," tandasnya.

Ia mewajibkan perusahaan yang berada di wilayahnya untuk memiliki logo dalam setiap dokumennya. Hal ini akan dikoordinasikan dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung.

"Kalau sudah punya logo berarti perusahaan itu telah memaklumatkan diri untuk taat kepada hukum ketenagakerjaan di Kota Bandung," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Disnaker Kota Bandung Tono Rusdiantono, menyampaikan saat ini pihaknya sedang merumuskan aturan teknis pelaksanaan EEO di lapangan. 

"Peraturan Wali Kotanya akan dibuat dan nantinya akan melibatkan pengusaha," pungkas Tono.(Rianto Nudiansyah)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: