RABU, 17 AGUSTUS 2016

LHOKSEUMAWE --- Walikota Lhokseumawe, Provinsi Aceh, Suaidi Yahya, berjanji akan engakomodasi keinginan para napi perempuan. Ia menginstruksikan Sekretaris Daerah (Sekda) untuk membawa hasil kerajinan tangan dan dipasarkan kembali.


“Kalau saya beli, mungkin cuma sekali, tapi harapan kami untuk bisa dipasarkan, mungkin dipasarkan ke perkantoran-perkantoran dinas-dinas yang ada di jajaran Pemerintah Kota Lhokseumawe,” ujar Suaidi Yahya, dihadapan para napi di LP Kelas IIA Lhokseumawe, pada kegiatan upacara penyerahan remisi, Rabu (17/8/2016).

Menurut Suaidi Yahya, kerajinan tangan yang dihasilkan para napi sangat bermanfaat, terlebih sebagai usaha kecil-kecilan untuk membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari. Ia mengatakan, karya-karya yang dihasilkan dari tangan-tangan napi tersebut bisa terus dikembangkan.

“Kami sepakat hal ini bisa dikambangkan, nanti pihak lapas berkoordinasi dengan Disperindagkop  dan Dekranas untuk bisa dikembangkan,” katanya.

Semua hasil karya nantinya, lanjut Suaidi tentu akan ditampung. Menurutnya akan dipasarkan ke perkantoran, seperti disalurkan ke kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPR), ke Mahkamah Syariah, daln lainnya. 

“Tapi harapan kami kulaitasnya bagus, biar ada yang beli,” pungkas Suaidi.

Sebelumnya diberitakan, nara pidana (napi) perempuan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Kelas IIA Lhokseumawe, Aceh, meminta Walikota Lhokseumawe, membeli hasil kerajinan tangan mereka. Pasalnya, selama ini setelah menghasilkan karya, mereka tidak bisa memasarkan buah karya tersebut.

“Ada permintaan dari WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan, red ) kita kepada pak wali kota untuk membeli hasil kerajinan tangan yang selama ini mereka kerjakan,” ujar Nawawi, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II A Lhokseumawe, Aceh, Rabu (17/8/2016).
[Zulfikar Husein]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: