SENIN, 8 AGUSTUS 2016

YOGYAKARTA --- Warga Kampung Suryoputran, PB 3/43 Panembahan, Kraton, Waluyo yang "hidup lagi", hari ini mendatangi Kantor Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta, Senin (8/8/2016). Waluyo hendak menggugat keluarganya sendiri yang telah menyatakannya mati, dan menggugat Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Yogyakarta yang telah mencabut surat-surat kependudukannya.


Karena semua data kependudukan Waluyo telah dicabut berikut hak-haknya karena dilaporkan telah meninggal sejak 7 Mei 2015, Waluyo yang "hidup lagi" kini harus menjalani serangkaian tahapan administrasi guna memperoleh hak-hak kehidupannya lagi secara administratif. 

Hari ini, didampingi istri dan salah satu putrinya, Waluyo mendatangi pihak Panitera Pengadilan Negeri Kota Yogyakarta untuk mendaftarkan gugatannya. Anti Ristanti (31), putri bungsu Waluyo yang turut mendampingi ke PN Yogyakarta, mengatakan, proses peradilan harus dijalani sebagai persyaratan bagi Waluyo mendapatkan hak-haknya lagi seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK/C1) dan berkas lain seperti Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas), yang dimilikinya selama belum dianggap mati.

"Dalam perkara ini, Bapak (Waluyo-red) nanti menggunggat istri atau keluarganya sendiri dan Disdukcapil Kota Yogyakarta yang telah menganggapnya mati" jelasnya.

Sidang perdata Waluyo dijadwalkan pekan depan. Dari persidangan itu nanti, menurut Anti, keluarga akan mendapatkan dokumen putusan pengadilan yang akan dijadikan dasar hukum kepengurusan dokumen kependudukan Waluyo. Anti dan keluarga merasa bersyukur, karena dengan memiliki Jamkesmas, biaya pengadilan akan dibayar oleh negara.


"Prosesnya sebenarnya satu hari selesai. Tapi, karena ada berkas persyaratan yang kurang, besok kami harus melengkapi lagi, yaitu Surat Keterangan Tidak Mampu dari Kelurahan" kata Anti.

Saat ini, Anti pun sedang mengumpulkan lagi foto-foto orang yang dahulu diyakininya sebagai Waluyo yang diperolehnya dari sebuah akun facebook. Dalam foto-foto yang diyakini sebagai Waluyo dan sedang dalam keadaan terluka parah, memang menunjukkan kemiripan wajah dengan Waluyo. Foto-foto itu akan menjadi bukti di pengadilan, selain keterangan tiga orang saksi yang telah disiapkan oleh pihak keluarga.

Sementara itu, Waluyo dan istrinya, Alim Eskatina (63), merasa bersyukur dan menganggap kejadian ini sebagai keajaiban dari Sang Maha Kuasa. Pasalnya, Waluyo yang mengaku nekat pergi tanpa pamit karena tekanan ekonomi, kini bisa mendapat rejeki dari kejadian unik yang dialaminya. 

"Ada sebuah stasiun televisi nanti yang mengundang saya ke Jakarta" pungkas Waluyo. (koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: