RABU, 31 AGUSTUS 2016

BALIKPAPAN --- Warga Balikpapan yang melakukan perekaman data KTP elektronik mengeluhkan pelayanan yang diberikan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil karena harus antri cukup lama. Salah seorang warga, Sidik mengatakan, pelayanan yang diberikan cukup lama karena sejak pukul 07.00 WITA sudah datang namun dapat pelayanan perekaman baru pukul 11.00. 


"Kami tidak masalah kalau dikasih tahu didahulukan bagi yang tua atau manula. Tapi lebih baik loket khusus orangtua disendirikan agar mereka juga lebih leluasa dan lebih efektif," katanya setelah melakukan perekaman.

Ia menilai pelayanan publik untuk perekaman data harus diperbaiki agar masyarakat tidak terlalu lama antri.

Sementara itu, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Balikpapan mengakui masih belum bisa memberikan layanan yang terbaik terhadap ratusan warga yang bermaksud untuk merekam data KTP elektronik. 

Kepala Seksi Jaringan dan Aplikasi Disdukcapil Kota, Mochammad Ikhwan menerangkan, setiap harinya tak kurang dari 150 warga yang datang untuk melakukan perekaman. Sedangkan sarana dan prasarana Disdukcapil cukup terbatas.

"kondisinya memang demikian, sebagai akibat adanya ketentuan pemerintah pusat yang memberikan batas akhir waktu perekaman KTP elektronik kepada seluruh warga negara hingga 30 september 2016," ungkapnya, Rabu (31/8/2016).

Ikhwan menambahkan, kebijaksanaan yang dilakukan memang mendahulukan warga manula, wanita yang sedang hamil. 

"Hal itulah yang kemarin sempat menjadi keluhan warga yang antri, namun setelah diberikan penjelasan semuanya masalahnya sudah selesai,"ujarnya.
[Ferry Cahyanti]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: