SENIN, 22 AGUSTUS 2016

SOLO --- Gempuran buah import membuat salah satu warga di Boyolali, Jawa Tengah, bersikeras mengembangkan varietas buah local namun dengan kualitas yang tak kalah dari buah luar negeri. Varietas buah jambu hijau yang rasanya sangat manis ini selanjutnya diperkenalkan sebagai Jamahi (Jambu Manis Hijau), yang kini mulai banyak digemari masyarakat.


Adalah Imron Murod (40), pemilik sekaligus pengelola kebun jambu manis hijau, yang berada di Desa Donohudan, Kecamatan Ngemplak, Boyolali. Dengan menggunakan lahan seluas 2400 m2, laki-laki kelahiran Wonogiri ini menyulap lahan yang semula kurang produktif untuk pertanian diubah menjadi kebun buah yang kini sangat nyaman untuk didatangi. Bergulirnya waktu, kebuh buah Jamahi ini diberi sebutan Keraton Nusery.

Kepada Cendana News, Imron Murod menceritakan jika bisnis kebun buah Jamahi miliknya awalnya hanya coba-coba. Sebab, ia hanya ditawari oleh rekannya yang tengah butuh uang dengan meminta membeli bibit jambu dari Deli Serdang, Sumatera Utara. 

“Pertama hanya saya tanam saja, saat berbuah saya rasakan ternyata rasanya sangat manis. Dari situ saya mulai kembangkan,” ucapnya saat ditemui di kebungnya, Senin siang (22/8/16).

Dari awalnya yang hanya kecil-kecilan, kini Imron memiliki 400 pohon jambu indukan yang sudah berbuah. Penataan kebuh buah Jamahi ini lebih bagus, karena median tanam jambu menggunakan pot maupun polibag. Tanaman buah dalam polibag ini kini lebih popular dengan sebutan tabulampot.

“Penggunaan tabulampot ini lebih maksimal. Selain mudah ditata, hasil dari tanaman dalam pot juga lebih bagus dibanding dengan  ditanam pada tanah langsung. Sebab, di dalam pot, nutrisi dan pertumbuhan tanamanan untuk menghasilkan buah bisa dikontrol dengan baik,” terangnya.   

Keunggulan Jamahi dibanding jambu pada umumnya terletak pada kualitas jambu dan rasanya. Menurut Imron, ada tiga keunggulan buah Jamahi miliknya. Pertama, termanis karena tingkat kemanisan Jamahi mencapai 12,4-14 briks. Kedua, termudah karena sangat mudah berbuah, dalam janga 9 bulan setelah tanam sudah dapat berbuah. Sementara ketiga adalah  terlebat karena tanaman Jamahi genjah, cepat dan mudah berbuah.

Satu pohon Jamahi dapat  berbuah hingga 50 kilogram, sementara tanamannya tidak  tinggi dan besar. 


“Tiga ter ini yang membedakan Jamahi dengan jambu pada umumnya. Dan yang lebih bagus lagi, Jamahi ini tidak berbiji, jadinya seluruhnya daging buah yang saat digigit manisnya seperti madu langsung terasa,” ungkapnya.

Kualitas buah Jamahi ini berbanding lurus dengan harganya yang cukup tinggi. Satu kilogram buah Jamahi bisa mencapai Rp 30 ribu - Rp 40 ribu. Semenetara satu kilogram Jimahi hanya berisi 7-8 buah saja. 

“Nilai jual tinggi ini yang membuat saya ingin berikan juga kepada masyarakat, karena jenis jambu ini sangat mudah ditanam. Dan yang paling penting adalah tidak memerlukan lahan yang besar, cukup hanya dengan pot atau polibag sudah bisa menanam di pekaranan atau di kontrakan,” pungkasnya. 
(Harun Alrosid)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: