SELASA, 30 AGUSTUS 2016

PONOROGO --- Pasca ditetapkannya batas hari terakhir proses perekaman data Elektronik Kartu Tanda Penduduk (e-KTP) oleh Menteri Dalam Negeri, Tjahjo Kumolo per 30 September 2016. Penduduk Ponorogo berbondong-bondong datang ke kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo guna mengurus perekaman data e-KTP.

Warga datangi kantor Dispendukcapil
Pantauan Cendana News di lokasi antrian dimulai sejak kemarin, Senin (29/8/2016) terjadi antrian sebanyak 600 orang. Tak berbeda hal dengan hari ini, Selasa (30/8/2016) ratusan penduduk mendatangi kantor Dispendukcapil.

Kepala Dispendukcapil, Endang Retno Wulandari menjelaskan adanya peringatan dari menteri jika tidak segera melakukan perekaman maka dipastikan pelayanan publiknya terganggu.

"Seperti pelayanan perbankan, kesehatan dan pendidikan itu kan penting. Jadi warga dihimbau untuk segera melakukan proses perekaman" jelasnya saat ditemui Cendana News dikantornya, Selasa (30/8/2016).

Meski ratusan warga datang untuk melakukan perekaman, Dispendukcapil mengaku siap untuk tetap melayani bahkan akhir pekan akan tetap buka hingga akhir September.

Disinggung terkait jumlah penduduk Ponorogo yang belum melakukan perekaman, Retno sapaan akrab Endang Retno Wulandari menambahkan sebanyak 7% warga belum memegang e-KTP.

Warga sedang mengantri untuk pemrosesan data
"Kalau 93% warga sudah punya dan pegang e-KTP" imbuhnya.

Ditanya terkait kendala selama ini, Retno menerangkan karena adanya perbaikan jaringan dari pusat maka dibutuhkan waktu 2 hari dari proses perekaman hingga pencetakan selain itu banyaknya warga yang sedang tidak berada di tempat pun juga calon pemegang e-KTP harus punya data tunggal baru bisa dicetak.

"Kalau di Sulawesi saya mendapat informasi hanya butuh waktu 5 menit kalau di Jawa lama terutama Ponorogo butuh 2 hari" ucapnya.

Meski Menteri mengatakan batas akhir perekaman per 30 September 2016, Retno menegaskan proses perekaman dan pencetakan tetap dibuka sepanjang hari. 

"Jadi tidak ditutup tanggal 30 September 2016 untuk proses perekaman dan pencetakan e-KTP," pungkasnya. 
(Charolin Pebrianti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: