MINGGU, 14 AGUSTUS 2016

SOLO ---  Keberadaan belasan warga Kepulauan Rempang-Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, untuk mencari keadian hak tanah menarik simpati Bambang Riyanto, seorang anggota DRP RI dari Dapil V Jawa Tengah. Bahkan, setelah mendengar keluhan warga yang memperjuangkan hak 12 ribu jiwa di kepulauan terluar Indonesia itu, anggota Komisi II DPR RI itu berjanji akan memasukkan permasalahan itu di Panitia Kerja (Panja) Pertanahan.


“Setelah mendengar langsung apa yang dikeluhkan para warga dari kepulauan Rempang –Galang ini, saya akan mendesak agar apa yang menjadi kendala warga yang sudah jauh-jauh ke Solo ini dapat segera diselesaikan,” ucap Bambang Riyanto usai menemuai perwakilan warga yang tinggal di kawasan Sumber, Banjarsari, Solo, Minggu sore (14/8/16).

Dikatakan lebih lanjut, permasalahan pertanahan yang ada di Indonesia selama ini memang pelik, dan membutuhkan waktu lama untuk menyelesaikan. Meski demikian, politisi dari partai Gerindra itu menilai jika belasan ribu warga yang tinggal di serangkaian pulau di Rempang –Galang layak untuk mendatkan hak tanah.


“Mereka ini yang pertama menghuni pulau-pulau terluar Indonesia. Bahkan sebelum ada pengungsi Vietnam, mereka telah ada di sana. Merekalah yang pertama kali memberikan pertolongan kepada pengungsi Vietnam yang saat itu masih dilanda peperangan. Hebatnya, selama bersama dengan warga ettangga mereka tidak pernah ada konflik hingga mereka kembali ke Negara asal. Ini yang seharusnya pantas mendapat apresiasi dari Negara,” terangnya.

Alasan lain yang menurut Mantan Bupati Sukoharjo, Jawa Tengah, warga yang di kepulauan Rempang-Galang layak mendapatkan hak tanah adalah karena sudah menempati lahan tersebut lebih dari 30 tahun. “Bahkan warga ada yang sudah tinggal hingga 50 tahun, mereka yang membuka lahan, yang menjaga pulau. Seharusnya jika meruntut  Undang-undang  Agraria mereka telah memenuhis syarat,” imbuhnya.

Bambang menilai, keberadaaan belasan warga dari pulau-pulau di Rempang-Galang, sampai di Solo ini merupakan wujud kegalauan yang luar biasa, karena selama ini mencari keadilan tidak pernah terpenuhi. Warga Bambang pun berjanji akan memprioritaskan permasalahan warga rempang_galang itu untuk masuk dalam pembahasan Panja Pertanahan, Komisi II DPR RI yang dalam waktu dekat akan melakukan rapat kerja.


“Saya akan mencoba memperjuangkan aspirasi warga yang tengah mengungsi di Solo ini agar dapat diprioritaskan. Sampai dimana letak permasalahnnya hingga kini kenapa mereka belum mendapatkan hak yang seharusnya negera berikan. Saya kira, adanya kegalauan mereka hingga dating ke Solo ini karena Pemerintah tidak pernah hadir di tengah-tengah mereka. Oleh karena itu, setelah saya minta arsip maupun surat-surat yang mendukung  tentang pencarian hak tanah ini akan saya sampaikan ke Pimpinan Komisi dan membahasnya,” tandasnya.   

Sementara itu, Koordinator Himpunan Masyarakat Kepulauan Rempang Galang, Supendi menyatakan pihaknya sangat berterimakasih dengan kedatangan Wakil Rakyat dari Dapil V Jawa Tengah tersebut. Setelah sempat diadukan di Komisi serupa pada 2008 silam, warga berharap agar permasalahan warga Rempang Galang dapat diakomodir. “Kami hanya bisa mengucapkan banyak terimakasih yang telah mau mendengar keluhan kami dan akan membawanya sampai di Panja Pertanian. Kami sangat berharap agar penantaian warga yang sudah berpuluh tahun ini dapat terealisir, yang di mulai dari Solo,” pungkasnya. (Harun Alrosid).  
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: