SENIN, 15 AGUSTUS 2016

SOLO --- Baru sepekan lebih sedikit, 13 warga dari kepulauan Rempang-Galang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, mulai merasakan sakit. Tidak terbiasa dengan kondisi Solo serta fasilitas kontrakan yang ala kadarnya membuat warga yang tengah mencari keadilan status hak tanah itu kini rentan terserang penyakit.


Salah satunya adalah Muhammad Dzar Al Ghifari, bocah berumur 2,4 tahun yang diajak kedua orang tuanya mencari keadilan di Solo ini, Minggu sore kemarin mulai rewel. Tak hanya sering menangis, untuk makan dan minum balita ini juga sulit. 

“Baru sekitar dua hari ini mulai rewel, untuk makannya juga susah,” ujar Supendi, ayah dari Muhammad Dzar ada kunjungan anggota DPR RI Bambang Riyanto, Minggu sore (14/8/16) kemarin.

Seketika itu, Anggota Komisi II DPR RI itu langsung mendatangkan Dokter yang sudah sering digunakan untuk kegiatan kemasyarakatan. Setelah hampir satu jam, dokter tiba di kontrakan yang berada di Sumber, Banjarsari, Solo, dan memeriksa bocah berusa 2,4 tahun tersebut. Yang membuat dokter kaget, saat diperiksa balita itu hanya diam saja terbaring di atas tikar. 

“Kemungkinan besar karena daya tubuh anak ini turu drastis setelah melakukan perjalanan jauh dan tinggal di tempat perantauan. Ini yang mengakibatkan asupan gizi anak juga berkurang. Pemeriksaan awal Muhammad Dzar didiagnosa demam dan kembung,” ungkap Dr Wiwin Sulastri usai memeriksa kesehatan warga pulau Rempang-Galang, pada Minggu petang.

Dijelaskan Dr Wiwin, kondisi tempat tinggal yang digunakan warga kepulauan Rempang-Galang juga memperngaruhi kesehatan penghuninya. Tidak adanya kasur serta tidur hanya beralaskan tikar membuat kesehatan tubuh rentan terhadap penyakit. 


“Terlebih untuk balita, dengan kasur saja jika kondisi tubuh baru drop mudah terserang penyakit, ini hanya beralasakan tikar dan ala kadaranya,” urainya. 

Pada kesempatan ini, dokter baru memberi obat penurun panas dan vitamin yang mampu menambah daya tahan tubuh. Pihak dokter juga akan diberi sejumlah obat yang telah dibelikan ke apotek. 

“Ini baru awal, nanti saya tambahi obat yang memang saya rekomendasi. Yang jelas orang tua harus telaten memberikan obat kepada anak,” imbuhnya.

Kondisi kesehatan menurun juga dialami warga kepulauan Rempang-Galang lain. Kondisi dingin serta belum adanya fasilitas pendukung lain di kontrakan membuat warga yang tengah berada di Solo ini batuk dan pilek. 

“Sudah beberapa hari ini batuk-batuk terus. Mungkin karena dingin juga tidur dilantai jadi begini,” tambah Joyep.

Kunjungan anggota DPR RI dari Dapil V Jawa Tengah, selain akan membantuk memecahkan masalah pertanahan ribuan warga di Rempang-Galang, Bambang Riyanto juga memberikan bantuan berupa uang tunai. Bantuan sebesar Rp 8,5 juta ini diberikan kepada perwakilan warga untuk membayar setengah dari biaya satu tahun tinggal di kontrakan tersebut. (Harun Alrosid)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: