KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Sejak diberlakukannya kebijakan Tax Amnesty (TA), Bank Mandiri Balikpapan mencatat pada aswal September sudah menerima 11 wajib pajak sekaligus nasabah ikut dalam TA. Dalam hal ini Bank Mandiri juga ikut memfasilitasi nasabah untuk mengikuti program tax amnesty.

Kantor Bank Mandiri area Balikpapan
Relations Manager Privat Banking Kalimantan Sabaruddin menjelaskan sejak prgoram ini digulirkan memang banyak nasabah yang bertanya atau berkonsultasi, dan di bulan September ini sudah mulai eksekusi atau melakukan pembayaran.

"Dari jumlah 11 WP itu, satu diantaranya  melakukan pembayaran uang tembus Rp1,3 miliar. Saya belum kalkulasikan berapa jumlahnya. Kalau repatriasi disini (Balikpapan) sepertinya belum," bebernya Kamis, (22/9/2016).

Namun untuk wilayah Kalimantan Barat tepat di Kota Pontianak, diakuinya sudah ada dana masuk dari luar (repat) yang nilai Rp180 miliar.

Menurutnya, sejak diluncurkan kebijakan ini ada tiga pintu pelayanan yang disiapkan khusus TA. Bahkan, pihaknya juga mempunyai jasa konsultasi untuk TA di 58 outlet.

Kepala Manager Bank Mandiri Balikpapan
"Lainnya kami juga memiliki fasilitas nasabah repat atau dengan pelayan Kontrak Pengelolaan Dana (KPD) yang didalam terdapat manager investasi" tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Kacab Mandiri Balikpapan Aris Sutantio menambahkan dari nasabahnya banyak harapan agar program TA tahap I ini dimundurkan karena kebijakan ini baru dimulai 18 Juli lalu dengan masa sosialisasi hingga Agustus. 

"Program ini memang menarik, bagus. Jadi memang sudah banyak yang mengikuti" ujarnya.

Ia juga menyayangkan banyak WNI yang menitipkan uang di luar negeri.

"Sebenarnya menempatkan uang di Indonesia akan sangat lebih baik karena bisa bermanfaat bagi pembangunan infrastruktur," tandasnya.

Namun diakui hal ini tidak lepas dari masalah kepercayaan dan keamanan.
(Ferry Cahyanti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: