KAMIS, 8 SEPTEMBER 2016

BATU --- Puluhan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Kamis siang berkumpul di depan Alun-alun kota Batu untuk menggelar aksi 'Kamisan' mengenang 12 tahun meninggalnya Munir Said Thalib.


"Aksi Kamisan ini baru pertama kali diadakan di Batu dan rencananya akan digelar rutin setiap hari Kamis di tempat yang sama yaitu di Alun-alun kota Batu," jelas koordinator aksi, Hafied Fasholi kepada Cendana News, Kamis (8/9/2016).

Hafied mengatakan, aksi Kamisan ini di gelar untuk mengingat pelanggaran-pelanggaran HAM yang sampai sekarang belum juga terselesaikan seperti halnya kasus Munir. Melalui aksi Kamisan ia berharap agar pemerintah bisa tegas mengusut pelanggaran HAM yang terjadi di Indonesia.

"Dalam kasus Munir, kami menuntut agar tim pencari fakta mempublikasikan hasil investigasi maupun temuannya. Sebenarnya selama ini tim pencari fakta sudah melaporkan temuannya ke presiden yang pada waktu itu dijabat oleh Susilo Bambang Yudoyono, tetapi sampai sekarang temuan tersebut tidak pernah dipublikasikan kepada masyarakat,"ungkapnya.

Menurutnya, ia menyesalkan sikap pemerintah sekarang yang hanya mempublikasikan kasus HAM untuk kepentingan politik saja. Seperti pada saat pemilu kasus HAM terus di dengungkan, tetapi setelah terpilih kasus HAM seperti  kasus Munir lama-lama di kubur kembali.


Lebih lanjut ia juga berharap, melalui aksi ini para aktivis HAM ingin mengajak mahasiswa dan juga masyarakat untuk peduli terhadap pelanggaran-pelanggaran yang terjadi khususnya di Malang Raya.

"Salah satu contoh kasus HAM yang terjadi di Malang adalah perebutan sumber mata air yang terjadi di daerah Ranukumbolo. Di daerah tersebut sumber mata air yang sebenarnya menjadi sumber daya publik ternyata justru diprivatisasi oleh pemilik industri wisata,"ungkapnya. 

"Itu cuma salah satu contoh saja tapi masih banyak kasus HAM lainnya yang terjadi di Malang Raya, "tandasnya.
[Agus Nurchaliq]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: