SENIN, 19 SEPTEMBER 2016

BALI --- Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappeti), Bachrul Chairi menegaskan jika cadangan timah Indonesia dari tahun ke tahun kian menipis. Bahkan, ia mengaku 10 hingga 15 tahun ke depan cadangan timah Indonesia akan habis.‎


"10 atau 15 tahun lagi cadangan timah Indonesia akan habis," kata Bachrul usai memberikan presentasi pada acara Indonesia Tim Conference and Expo (ITCE) 2016 di Nusa Dua, Bali, Senin (19/9/2016).

Salah satu yang akan habis adalah cadangan timah yang bersumber di Pulau Bangka. Pada saat sama, timah sendiri bukan merupakan bahan yang memperbarui diri. "Kalau habis ya sudah habis, tidak ada lagi cadangan seperti minyak dan energi lainnya," papar ‎Bachrul.

Pada saat sama, pemerintah belum memiliki rencana terkait bekas tambang timah itu nantinya, apakah akan dijadikan destinasi pariwisata atau lainnya. 

"Belum ada rencana dari pemerintah mau diapakan bekas tambang itu nantinya. Apakah akan dijadikan lahan pariwisata atau lainnya," ujarnya.

Menurut Bachrul, jika cadangan timah Indonesia sudah habis, maka satu-satunya opsi untuk memenuhi kebutuhan timah dalam negeri adalah dengan cara impor. Hanya saja, Bachrul menunjukkan keheranannya terhadap Malaysia dan Singapura. Kedua negara itu, kata dia, tidak memiliki cadangan timah. Namun, ekspor kedua negara tetangga itu lebih tinggi dibandingkan ekspor Indonesia.

"Bukan mustahil nanti kita akan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri kita," ucapnya. ITCE‎ yang digelar 18-20 September itu dirangkaikan oleh Indonesia Comodity and Derivatives Exchange (ICDX) yang diikuti para pengusaha dari 10 negara di kawasan Asia Pasifik.
[Bobby Andalan]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: