SELASA, 20 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Sedikitnya 25 persen koperasi dari 544 di kota Balikpapan dinyatakan tak aktif beroperasi lagi ditahun 2016. Padahal koperasi salah satu penggerak ekonomi di Indonesia yang diyakini mampu bertahan di tengah krisis.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi kota Balikpapan Doortje Marpaung mengungkapkan tak aktifnya koperasi ini diketahui tidak melaporkan rapat anggaran tahunan (RAT), dan kondisi koperasinya yang sumber daya manusianya dalam pengelolaan belum paham bagaimana membuat RAT.

"Dari 544 koperasi yang terdata ada 25 persen yang bisa dikatakan mati suri atau tidak aktif. Balikpapan ini salah satu kota penggerak koperasi," ungkapnya, Selasa (20/9/2016).

Doortje menjelaskan, akan mengevaluasi kembali koperasi di Balikpapan untuk lebih maksimal dan membangkitkan kembali gairah koperasi. Dan koperasi yang tidak aktif menjadi perhatian khusus bagi mereka untuk tahapan evaluasi kedepan.

"Yang tidak aktif kita berharap nanti menjadi perhatian. Istilahnya jadi perhatian oleh pusat untuk segera dibubarkan," harapnya.

Sementara itu, kewenangan terkait hal koperasi harus melalui pusat. Sehingga pihaknya hanya bisa melakukan pembinaan hingga pengawasan kepada koperasi yang ada di Balikpapan.

"Untuk pembentukan dan pembubarannya di pusat. Kita tetap melakukan pembinaan," tutup Dortje.
[Ferry Cahyanti]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: