RABU, 7 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Setelah sebelumnya sempat menghadirkan 2 saksi fakta dalam persidangan lanjutan "Kopi Sianida" dengan terdakwa Jessica Kumala Wongso, tim kuasa hukum yang juga sekaligus pengacara Jessica Kumala Wongso kembali menghadirkan keterangan dan kesaksian seorang saksi ahli Patologi Forensik.

Djaja Surya Atmadja, saksi ahli Patologi Forensik dalam persidangan
Saksi ahli yang dihadirkan dalam persidangan Jessica ke 19 tersebut bernama Dr. Djaja Surya Atmadja, yang belakangan diketahui sebagai salah satu pengajar di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) Jakarta. Djaja Surya Atmadja merupakan seorang dokter forensik ahli DNA pertama di Indonesia.

Dalam kesaksiannya di Ruang Sidang  Mr. Koesoemah Atmadja 1, Gedung PN Jakarta Pusat, Djaja Surya Admadja menyebutkan bahwa untuk dapat mengetahui dan memastikan bagaimana seseorang tersebut bisa meninggal dunia wajib dilakukan tindakan otopsi atau melakukan pemeriksaan jenazah yang bersangkutan pada bagian dalam secara menyeluruh.

Djaja Surya Atmadja saat mengatakan "dalam sebuah kasus kematian yang tidak wajar seperti kecelakaan, pembunuhan, bunuh diri maupun kasus keracunan, tindakan otopsi sangat diperlukan untuk dapat memastikan penyebab dan latar belakang mengapa orang tersebut meninggal dunia, dalam kasus pemeriksaan jenazah Wayan Mirna Salihin mungkin ada alasan tertentu mengapa tidak sempat dilakukan tindakan otopsi pada jenazah yang bersangkutan, tapi sebaiknya dilakukan tindakan otopsi" katanya saat bersaksi di persidangan, Rabu sore (7/9/2016).

"Boleh-boleh saja dilakukan pemeriksaan pada bagian tertentu pada jenazah Wayan Mirna, misalnya melakukan pembedahan pada bagian lambungnya untuk mengambil sampel cairan pada lambungnya, tujuannya untuk melihat apakah ada kemungkinan ditemukan senyawa racun Sianida didalam jenazah Wayan Mirna Salihin, namun pemeriksaan seperti itu tidak akan bisa menemukan secara pasti apa yang menjadi penyebab kematiannya" demikian kata Djaja Surya Atamadja dalam persidangan di PN Jakarta Pusat.
(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: