KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Persidangan lanjutan setelah istirahat kembali digelar di Ruang Sidang Mr. Koesoemah Atmadja 1, Gedung Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Jalan Bungur Besar Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat pada sekitar pukul 15:30 WIB, Kamis (22/9/2016). Dalam persidangan pertama telah menghadirkan keterangan dan kesaksian Prof. Masruchin Ruba'i, Ahli Hukum Pidana Materiil yang juga dosen di Universitas Brawijaya Malang.


Dalam persidangan lanjutan tersebut pihak kuasa hukum sekaligus pengacara Jessica kembali menghadirkan seorang saksi ahli yaitu Mr. Richard Byron Collins, ahli Patologi Forensik dari Australia. 

"Secara umum sifat racun Potassium Sianida memang dengan mudah larut dalam air atau menguap melaui udara, apabila racun Sianida tersebut sampai tertelan, terhirup atau masuk kedalam tubuh seseorang, maka kemungkinan besar yang bersangkutan akan mengalami pusing, susah bernafas, tercekik, gagal nafas, kebingungan, pingsan, kejang-kejang, tak sadarkan diri dan besar kemungkinan orang tersebut akan meninggal dunia,"kata Richard Byron Collins dalam persidangan di PN Jakarta Pusay, Kamis (22/9/2016).


Richard Byron Collins mengatakan "Menentukan secara pasti apakah seseorang yang diduga meninggal dunia dengan tidak wajar tersebut seharusnya dilakukan tindakan otopsi secara menyeluruh  terhadap jenazah Wayan Mirna Salihin, namun karena kenyataannya jenazah Wayan Mirna hanya diambil sampel cairan pada lambungnya, maka dengan demikian bisa dipastikan akan sulit untuk menentukan secara pasti apa sebenarnya yang menjadi penyebab kematian Wayan Mirna Salihin" katanya di PN Jakarta Pusat.
[Eko Sulestyono]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: