KAMIS, 15 SEPTEMBER 2016

SOLO--- Minimnya tenaga ahli di bidang tranfusi darah membuat Palang Merah Indonesia (PMI) mendorong berdirinya Akademi Teknologi Bank Darah. Dalam waktu dekat Perguruan Tinggi yang mencetak tenaga ahli di bidang tranfusi darah itu akan berdiri di empat kota di Indonesia.


“Saat ini kita tengah mendorong agar berdirinya Akademi Teknologi Bank Darah, karena selama ini kebutuhan darah di Indonesia sangat besar namun tenaga ahlinya masih minim,” papar Kepala Unit Tranfusi Darah PMI Cabang Solo, dr Titis Wahyuono dalam Jumpa pers, Kamis (15/9/2016).

Dijelaskan Titis,  kebutuhan darah secara nasional di Indonesia saat ini mencapai 4,7 juta kantong per tahun. Dengan kebutuhan yang sangat besar, kendala yang dialami PMI maupun lembaga kesehatan adalah minimnya tenaga ahli tranfusi darah. 

“Sehingga berdirinya Akademi Teknologi Bank Darah ini sangat membantu dalam rangka memenuhi kebutuhan tenaga ahli,” jelasnya.

Empat Akademi yang akan beridiri di empat kota itu diantaranya, di Solo, Yogyakarta, Semarang, dan Jakarta. Untuk tahun pertama ini, ke empat Akademi Diploma III itu masing-masing hanya akan menerima 30 peserta didik. Launching Akademi Teknologi Bank Darah di Kota Solo rencananya akan dilakukan oleh Ketua Umum PMI, Prof Ginanjar Kartasasmita pada puncak HUT PMI ke 71 yang dipusatkan di Kota Solo.

“PMI sendiri akan berusia 71 tahun pada 17 September mendatang. Kita akan luncurkan mulai di Solo untuk Akademi tersebut,” tekannya.

Diperkirakan, dengan empat akademi yang akan berdiri itu, kebutuhan tenaga ahli bidang transfusi darah di Indonesia akan terpenuhi pada 20 tahun ke depan. Sebab, masing-masing kota mempunyai kebutuhan tenaga ahli tranfusi darah maisng-masing. Seperti contoh, Kota Solo yang kebutuhan darah mencapai 130 ribu kantong darah per tahun,  seharunya ditangani 100 orang, namun saat ini hanya mempunyai beberapa petugas saja.

“Hal serupa di Surabaya, kebutuhan darah mencapai 400 ribu kantong per tahun, dan idealnya ditangani 250 orang.  Oleh karena itu, masih minimnya tenaga ahli tranfusi darah ini kita dorong untuk di kota-kota lain di Indonesia juga berdiri Akademi Teknologi Bank Darah,” pungkasnya. 
[Harun Alrosid]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: