SENIN, 26 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Sumpeno S.H., Majelis Hakim yang memimpin dan menangani persidangan terkait dengan perkara kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dengan terdakwa Damayanti Wisnu Putranti akhirnya memutuskan menjatuhkan vonis hukuman selama 4,5 tahun penjara dengan subsider kurungan selama 6 bulan dan denda sebesar 500 juta Rupiah kepada yang bersangkutan (Damayanti Wisnu Putranti).

Sumpeno S.H. (dua dari kiri), Ketua Majelis Hakim dalam persidangan Damayanti Wisnu Putranti
Damayanti Wisnu Putranti sebelumnya diketahui pernah menjabat sebagai Anggota Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia dari Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Damayanti Wisnu Putranti belakangan diketahui terjerat kasus suap dan korupsi proyek pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Maluku dan Provinsi Maluku Utara.

Namun sebenarnya pembacaan putusan vonis Majelis Hakim tersebut lebih rendah daripada tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU). Awalnya pihak JPU sebelumnya telah menjatuhkan vonis hukuman selama 6 tahun penjara, hukuman tersebut masih ditambah dengan hukuman subsider kurungan selama 6 bulan dan terdakwa juga harus membayar denda sebesar 500 juta Rupiah.

Damayanti Wisnu Putranti (kemeja putih) memasuki ruangan persidangan.
Sumpeno S.H. menyatakan "Majelis Hakim dengan ini menyatakan bahwa saudara terdakwa Damayanti Wisnu Putranti telah dinyalakan bersalah secara sah dan meyakinkan terbukti melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor)" katanya di dalam ruangan persidangan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin siang (26/9/2016).

"Maka dengan demikian Majelis Hakim dalam persidangan Tipikor memutuskan untuk menjatuhkan hukuman kepada saudara terdakwa Damayanti Wisnu Putranti selama sekurang-kurangnya 4,5 tahun penjara, ditambah dengan hukuman kurungan subsider selama 6 bulan penjara dan diwajibkan membayar hukuman denda sebesar 500 juta Rupiah" demikian dikatakan secara langsung oleh Sumpeno S.H.
(Eko Sulestyono)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: