SELASA, 27 SEPTEMBER 2016

SURABAYA --- Memperingati Hari Tani Nasional, Aliansi Tani Jawa Timur (ALIT JATI) mengadakan acara aksi Longmarch dari Taman pelangi berjalan melewati Kantor Wilayah Badan Pertanian Nasional (Kanwil BPN) Jawa Timur dan berakhir di Kantor Dinas Pertanian Jatim pada hari Selasa (27/09/2016). 


Peserta aksi berasal dari berbagai aliansi, antaranya Serikat Petani Indonesia (SPI), Aliansi Petani Indonesia (API), Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA), PMII UNSURI Surabaya, GMNI Surabaya, Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI) Surabaya, Komunitas Cempaka UPN Veteran Jatim, Left Democratic Force (LDF) Surabaya, Laskar Mahasiswa Republik Indonesia (LAMRI) Surabaya, dan Cakrawala Timur. 

Dalam aksinya, massa dari berbagai aliansi tersebut menuntut empat hal kepada pemerintah. Pertama, segera laksanakan reforma agraria sejati. Kedua, tuntaskan konflik-konflik agraria. Ketiga, jalankan kedaulatan pangan. Dan keempat, tolak koorporasi pertanian.


Sugiono (35) selaku Koordinator Lapang aksi menuturkan bahwa tujuan aksi ini adalah untuk memperingati Hari Tani Nasional ke 56. Selain itu, juga untuk mengingatkan kepada pemerintahan yang dipimpin Jokowi yang pernah mencanangkan Nawacita ternyata hasilnya melenceng.

"Kami ingin mengingatkan kembali kepada Pak Jokowi bahwa reforma agraria harus dijalankan. Selain itu, kami sangat menolak korporasi pertanian" tutur Sugiono kepada Cendananews saat massa berorasi di depan gedung Kanwil BPN Jatim. 


Sugiono menambahkan, aksi peringatan Hari Tani Nasional ini dilaksanakan serentak secara nasional hari ini (27/09/2016) dan berpusat di Jakarta yang tergabung dalam Badan Musyawarah Tani (Bamustani) Nasional.

"Kalau suara kami hari ini tidak didengar oleh pemerintah, maka kami akan tetap terus melakukan aksi-aksi selanjutnya dan akan membawa massa yang lebih banyak" pungkasnya.
(Nanang WP)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: