JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Alasan keamanan, pendakian Gunung Rinjani Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sementara waktu ditutup. Penutupan tersebut dilakukan Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) pasca erupsi Gunung Baru Jari pada Selasa 27 September 2016.


"Demi keamanan, pendakian Gunung Rinjani sementara waktu oleh TNGR ditutup total, wisatawan tidak diperkenankan melakukan pendakian" kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) NTB saat menggelar jumpa pers di media center kantor Gubernur NTB, Jum'at (30/9/2016).

Ia mengatakan, langkah tersebut dilakukan sebagai antisipasi kemungkinan kembali terjadinya erupsi Gunung Baru Jari yang bisa membahayakan wisatawan yang melakukan pendakian.

Meski dari hasil pantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) aktivitas erupsi gunung Baru Jari sudah tidak nampak lagi, pihaknya bersama TNGR tidak mau mengambil resiko.

"Tidak mau ambil resiko, karena sudah menyangkut jiwa ratusan wisatawan, makanya penutupan dilakukan" jelasnya.

Ditambahkan, berdasarkan laporan aktivitas gunung api pada 29 September, pukul 00.00-24.00 wita dari PVMBG, bahwa kondisi cuaca cerah, berawan, suhu udara 14-31 derajat celcius, kelembaban udara 84-89 persen, tekanan udara tidak ada.

Curah hujan 0 mm, keceptan angin, lemah, arah angin barat, kenampakan gunung, jelas, tinggi asap 0 m diatas puncak, warna asap tidak ada, intensitas asap tidak ada dan keterangan visual lainnya nihil.

"Meski demikian, status masih masih tetap waspada level dua, karena sampai sekarang, masih terdapat potensi erupsi lanjutan yang diindikasikan dengan terekamnya gempa tremor hembusan, dengan amplitudo maksimum 2-5 mm, dengan lama gempa 15-100 detik" tutupnya.
(Turmuzi)

Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: