SENIN, 12 SEPTEMBER 2016

SOLO --- Libur panjang dan perayaan Idul Adha tahun ini, Polres Karangayar, Jawa Tengah menyiagakan ratusan personil yang tersebar di berbagai titik.  Pengaman yang ditekankan di objek vital ini meliputi pusat keramainan, tempat ibadah, dan objek pariwisata.


Kapolres Karanganyar, AKPB Ade Safri Simanjuntak mengatakan, setidaknya terdapat 17 titik yang pengamanannya diperketat selama libur panjang dan Idul Adha ini. Pengamanan dilakukan dengan menggelar razia kelengkapan kendaraan dan meminimalisir adanya penyakit masyarakat (pekat).

“Dalam pengamanan dan razia ini kami melibatkan 628 personil di semua satuan internal Polres Karanganyar. Baik pagi hari, siang hari, dan tengah malam," terang Kapolres kepada awak media, Senin (12/9/2016).

Menurut Kapolres, sasaran razia kali ini dilaksanakan di pintu masuk Karanganyar, terutama yang menuju Tawangmangu dan obyek-obyek wisata lainnya. Razia difokuskan pada berbagai jenis pelanggaran hokum, seperti pelaku curas, curat dan curanmor  serta penyakit  masyarakat. 

“Dengan operasi ini kita gencarkan untuk Karanganyar bebas pekat,” tandasnya.

Selain dari pihak kepolisian, Polres Karanganyar juga berkoordinasi dengan, Kodim 0727/ Karanganyar, Dishub dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Pemkab Karanganyar. Dengan sinergisitas, Kapolres optimis Karanganyar bebas pekat itu akan segera terwujud. 

“Kita gencarkan pekat ini, karena Karanganyar tergolong masih tinggi penyakit masyarakatnya,” imbuhnya.

Sejauh 2016 ini, catatan Polres Karanganyar peredaran Miras menjadi peringkat pertama pekat di wilayah hokum Karanganyar. Selanjutnya, tindak pidana perselingkuhan serta hubungan badan diluar nikah menduduki peringkat kedua pekat di Karanganyar. 

“Tugas kita adalah untuk meredam dan meminimalisir pekar agar tidak semakin memasyarakat,” pungkasnya. 
[Harun Alrosid]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: