RABU, 7 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika, Nusa Tenggara Barat (NTB) mengeluarkan peringatan dini bencana kekeringan yang berpotensi berlangsung di sejumlah wilayah NTB. Peringatan tersebut dirilis BMKG melalui situs resminya.


Beberapa daerah yang berpotensi mengalami kekeringan antara lain, Mantang, Jerowaru, Masbagik, Rarang Selatan, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) Moyoo Hilir, Kabupaten Sumbawa, Manggalewa, Pajo, Sape ,Woha, Kolo, Palibelon Panda dan Lambu Kabupaten Bima.

Beberapa Desa di Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur (Lotim) yang merupakan daerah pesisir pantai misalkan, kekeringan bahkan sudah berlangsung semenjak beberapa bulan terakhir.

"Kalau di sini kekeringan sudah berlangsung semenjak beberapa bulan terahir, dan kondisi tersebut sudah biasa dialami warga" kata Hamzani warga Desa Serewe Lombok Timur kepada Cendana News, Rabu (7/9/2016).

Ia mengatakan keberadaan Desa Serewe sebagai desa yang berdekatan dengan pantai memang membuat curah hujan jarang turun, karena ditiup angin yang bertiup kencang dari laut.

Azim, warga lain mengatakan, meski ada air sumur di Serewe, tapi rasa airnya asin, karena berdekatan dengan pinggir pantai, sehingga tidak bisa digunakan untuk keperluan minum maupun memasak.

"Untuk memenuhi kebutuhan air bersih untuk minum dan memasak, termasuk mencuci warga terpaksa harus dari penjual air yang berkeliling masuk desa menggunakan tangki, dimana untuk ukuran satu jerigen besar berisi 25 liter, warga harus membayar empat ribu rupiah" ungkapnya.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: