JUMAT, 9 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Arus kedatangan penumpang dari Pelabuhan Merak Banten menuju Pelabuhan Bakauheni sudah terlihat mengalami peningkatan pada siang hingga menjelang sore. Penumpang yang sebagian besar merupakan tenaga kerja yang bekerja di daerah Banten, Jakarta untuk melakukan liburan akhir pekan dan Hari Raya Idul Adha 2016(1437 H). 


Arus kedatangan penumpang tersebut menurut general manager PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) cabang Bakauheni, Eddy Hermawan mulai menunjukkan kenaikan. Meski demikian ia memprediksi kenaikan akan semakin meningkat saat sore menjelang malam hari.

Peningkatan arus penumpang menurut Eddy Hermawan terutama terjadi menjelang sore dan malam hari dengan tren kepulangan penumpang pejalan kaki terjadi dari sore hingga malam hari. Prediksi tersebut menurut Eddy karena sebagian besar penumpang pejalan kaki diantaranya memilih pulang ke Pulau Sumatera setelah selesai bekerja dan berniat menghabiskan liburan panjang akhir pekan dan Idul Adha 2016 di sejumlah kota di Pulau Sumatera.

“Sebagian penumpang pejalan kaki diantaranya akan pulang saat malam hari setelah selesai bekerja dan bagi pengendara kendaraan roda dua menunggu kondisi cuaca yang tidak panas dan kita prediksi peningkatan dibanding hari biasa bisa mencapai 150 persen,”ungkap general manager PT ASDP Bakauheni saat dikonfirmasi Cendana News di Bakauheni, Jumat (9/9/2016).

Pada arus liburan kali ini ungkap Eddy Hermawan, pelabuhan Bakauheni terbilang tidak mengalami kesibukan cukup berarti karena arus mudik akan terjadi justru di Pelabuhan Merak, Banten dan pelabuhan Bakauheni justru akan mengalami kesibukan pada saat arus balik liburan pada Senin malam (11/9). Meski demikian antisipasi arus balik pihaknya telah melakukan koordinasi dengan berbagai pihak diantaranya dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Kepolisian Setor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, Dinas Perhubungan, Organda serta pihak terkait untuk mengantisipasi lonjakan penumpang pada arus balik.

Eddy Hermawan mengungkapkan kenaikan sekitar 100 persen merupakan hal yang wajar dengan kenaikan jumlah penumpang dari jumlah sekitar 4000 penumpang pejalan kaki naik menjadi 8000 penumpang. Sementara jumlah kendaraan sekitar 2000 hingga 3000 kendaraan berbagai jenis. Jumlah tersebut sebelumnya bisa diantisipasi dengan keberadaan kapal kapal berukuran besar dengan kapasitas 5000 GT yang dengan cepat akan mengatasi jumlah penumpang yang naik dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak dan sebaliknya.

Eddy mengungkapkan selama angkutan liburan panjang dan Idul Fitri kapal disiagakan kapal berupa kapal roll on roll off (Roro) berukuran besar 28 kapal besar dengan kapal siap beroperasi sebanyak 58 kapal dengan rata rata sebanyak 100 trip perhari untuk jasa penyeberangan di lintasan Selat Sunda.

“Selain penyiapan armada kapal secara kesiapan kita sudah melakukan langkah dengan menyiapkan sebanyak 9 loket khusus kendaraan dan sebanyak 12 loket pejalan kaki dan akan ditambah jika terjadi lonjakan,”terang Eddy Hermawan.

Khusus arus kedatangan penumpang yang diprediksi akan terjadi dari malam hingga pagi hari PT ASDP sudah berkoordinasi dengan Organda dan Dinas Perhubungan Provinsi Lampung untuk menyiapkan armada bus untuk mengantisipasi membludaknya penumpang pejalan kaki. Langkah tersebut dilakukan melihat pengalaman tahun sebelumnya terjadi kekurangan armada kendaraan.

Selain itu Eddy Hermawan juga mengakui terkait surat edaran Kemenhub nomor SE.15/AJ.201/DRJD/2016 Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan pihak ASDP mengakui tidak terlalu berpengaruh bahkan jika kendaraan yang dilarang tetap menyeberang tidak akan menimbulkan kemacetan.

“Kita pastikan penumpang baik pejalan kaki dan kendaraan bisa terangkut oleh kapal yang melintas di Selat Sunda sehingga meski ada larangan kendaraan jenis tertentu tidak melintas namun tidak begitu berpengaruh,”ungkap Eddy Hermawan.


Pantauan media Cendana News saat ini arus kedatangan penumpang didominasi pejalan kaki namun jumlah penumpang pengguna kendaraan masih terlihat belum meningkat. Layani arus liburan panjang dan Idul Fitri 2016 (1437 H) sebanyak 6 dermaga dioperasikan sementara dermaga VII masih dalam tahap pembangunan dengan proses penimbunan.

Sementara itu terkait proses penimbunan menggunakan material tol trans Sumatera Eddy melakukan koordinasi dengan pihak PT Pembangunan Perumahan untuk tidak melakukan aktifitas kendaraan pengangkut material untuk tidak beroperasi saat arus kendaraan meningkat.
[Henk Widi]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: