RABU, 7 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Liburan akhir pekan sekaligus liburan hari raya Idhul Adha 2016 (1437 H) yang jatuh pada Senin (11/9/2016) diprediksi bakal dimanfaatkan oleh sebagian masyarakat untuk melakukan aktifitas liburan ke kampung halaman. 


Antisipasi masyarakat yang akan melakukan aktifitas pulang kampung dengan moda transportasi kapal laut di lintasan Selat Sunda dari Pelabuhan Bakauheni menuju Pelabuhan Merak dan sebaliknya, PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) telah melakukan persiapan pelayanan arus liburan tersebut. Prediksi arus liburan dan lebaran kurban yang bakal meningkat diperkirakan akibat liburan tersebut bertepatan dengan akhir pekan yang dimanfaatkan para pekerja swasta, pegawai negeri sipil untuk berkumpul bersama keluarga.

Persiapan hadapi arus liburan akhir pekan tersebut pihak PT ASDP cabang Bakauheni telah mempersiapkan armada kapal sebanyak 56 kapal yang terdiri dari kapal milik PT ASDP dan kapal kapal milik perusahaan pelayaran yang melayani lintasan Selat Sunda. Menurut Manager Operasional PT ASDP Bakauheni, Yefri Hendri, persiapan untuk hadapi arus liburan Idhul Adha pihaknya tidak melakukan persiapan menonjol seperti yang dilakukan saat menghadapi arus liburan Idhul Fitri sebelumnya. Sebab menurutnya intensitas arus penumpang diperkirakan lebih kecil dibandingkan dengan saat arus libur lebaran Idhul Fitri.


"Meski tidak seramai saat arus mudik Idhul Fitri namun tetap dilakukan langkah persiapan diantaranya kesiapan armada kapal, loket pembelian tiket serta antisipasi penumpukan penumpang di gangway, karena sebagian masyarakat pekerja sudah pulang sejak Jumat pekan ini" ungkap Yefri Hendri saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (7/9/2016).

Selain beberapa langkah antisipasi tersebut ASDP dipastikan akan tetap mengoperasikan sebanyak 28 kapal roll on roll off (Roro) dari total sebanyak 56 kapal yang siap beroperasi. Fokus persiapan yang dilakukan pihak ASDP terutama dilakukan saat arus balik sesudah liburan akhir pekan dan Idhul Adha dengan cara menyiapkan sekitar 6-9 loket penjualan tiket kendaraan baik roda dua maupun kendaraan roda empat dan sekitar 8 loket penjualan tiket pejalan kaki yang akan ditambah menyesuaikan kebutuhan saat arus balik.

Persiapan yang difokuskan pada arus balik penumpang dari Pulau Sumatera ke Pulau Jawa yang diperkirakan akan terjadi pada Senin sore (11/9/2016) juga tidak mengurangi persiapan yang dilakukan pihak ASDP saat arus kepulangan masyarakat yang berlibur dari Pulau Jawa ke Sumatera terutama pada (10/9/2016) jika terjadi kekurangan armada bus yang ada di terminal dengan melakukan langkah kordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan.


Persiapan oleh PT ASDP Bakauheni juga diimbangi oleh persiapan pihak Polres Lampung Selatan yang akan menyiagakan personil dalam menghadapi arus liburan akhir pekan dan hari raya Idhul Adha. Kepala bagian operasi Polres Lampung Selatan, Kompol Yustam Dwi Heno, mengungkapkan persiapan yang akan dilakukan oleh Polres Lampung Selatan diantaranya menyiagakan sejumlah personil di pelabuhan Bakauheni untuk pengamanan dan sejumlah personil di lokasi wisata dan sepanjang jalan lintas Sumatera.

"Penempatan personel difokuskan di pelabuhan Bakauheni namun saat akhir pekan arus liburan meningkat sejumlah tempat wisata dipastikan akan ditambah personel untuk pengaturan lalu lintas," ungkap Kompol Yustam.

Pengamanan di Pelabuhan dan pengamanan di sejumlah tempat wisata akan dilakukan melibatkan anggota kepolisian dari Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, polsek-polsek di dekat lokasi wisata serta satuan polisi lalu lintas di titik-titik rawan kecelakaan. Sementara itu pengawasan di pintu masuk pelabuhan Bakauheni terutama di Seaport Interdiction menurut mantan Kapolsek Natar tersebut akan terus ditingkatkan mengantisipasi penyelundupan barang barang terlarang dan narkoba. Selain personel polisi, diterjunkan juga sebanyak 3 K-9 atau anjing pelacak yang diseiagakan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni.

Arus kendaraan di pintu keluar dan pintu masuk pelabuhan Bakauheni dalam satu bulan terakhir terlihat lebih padat dengan adanya aktifitas pembangunan fly over (jalan layang) jalan tol trans Sumatera dan pembangunan dermaga VII Bakauheni. Penyempitan jalan akibat lokasi tiang pancang berada di pintu keluar pelabuhan mengakibatkan arus lalu lintas terganggu dengan lalu lalangnya kendaraan pengangkut material tanah dari lahan tol untuk proses pengurukan pembangunan dermaga VII.
(Henk Widi) 
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: