RABU, 28 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Sosialisasi pelaksanaan Tax Amnesty dinilai masih kurang khususnya dikawasan perbatasan atau pedalaman Kalimantan Timur dan Utara. Hal itu diungkapkan Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Kaltim, Slamet Brotosiswoyo.

kantor Pajak Pelayanan Tax Amnesty
Ia menilai perlu dilakukan penjelasan program TA kepada wilayah-wilayah yang banyak memiliki areal perkebunan dan tambang.

Untuk di wilayah Kaltim sendiri Slamet menjelaskan, banyak pengusaha perkebunan kelapa sawit dan memiliki organisasi GAPPKI. Namun banyak anggota juga yang bergabung dalam Apindo. 

"Kalau usaha perkebunan itu ada 136 perusahaan sementara yang jalan sekitar 30 saja. Dan kita ada 600 anggota di Kaltim" katanya, Rabu (28/9/2016).

Slamet mengakui anggotanya belum banyak yang mengetahui dan paham program TA tahap I yang akan berakhir 30 September. "Mereka yang ada di pedalaman bagaimana? Teman saya punya 200 hektar perkebunan  tapi tidak siap ikut, karena  tidak tahu" ujarnya.

Namun demikian, pihaknya mendukung pelaksaan program TA ini. Ditengah situasi yang sulit ini, tapi masih ada secercah harapan WP mengikuti TA.

Sementara itu, Kepala Kanwil DJP Kaltimra Samon Jaya menuturkan pada pekan kemarin telah melakukan sosialisasi kepada pengusaha perkebunan dan perdagangan. Tepatnya diwilayah Kecamatan Sebatik.

"Sosialisasi kepada 20 pengusaha perkebunan dan perdagangan disana. Mereka antusias mendapat paparan soal program TA ini" tambahnya.

Samon menambahkan di wilayah Sebatik sendiri sudah dua kali dilakukan sosialisasi dan salah satu daerah yang disasar karena perbatasan Indonesia dengan Malaysia.

"Perkembangan ekonomi cukup di wilayahnya ini menjanjikan. Namun belum mengetahui potensi," tutupnya.
(Ferry Cahyanti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: