SELASA, 27 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Kondisi ekonomi di Kalimantan Timur yang belum pulih sepenuhnya membuat pemutusan hubungan kerja (PHK) terus bertambah. Hal itu dikatakan Ketua Asosiasi Pengusaha Indsonesia (APINDO) Slamet Brotosiswoyo.

Ketua Apindo Kaltim Slamet Brotosiswoyo
Menurutnya, kondisi ekonomi di Kaltim dalam tiga tahun terakhir kian memprihatinkan. Dan hal itu berimbas terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) oleh perusahaan khususnya yang bergerak di sektor batubara dan migas.

"Kondisi ini terjadi sejak tigavtahun terakhir sampai sekarang. Kalau pengusaha transport masih lumayan, tapi kalau yang batubara dan oil gas, masih sangat berat," katanya Selasa, (27/9/2016).

Disebutkan Slamet, data yang diterima dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kaltim tahun 2016 hingga awal September jumlah PHK mencapai 5 ribu lebih.

"Dua minggu lalu rapat di Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kaltim disana ada data dalam tahun 2016 ini ada PHK 5 ribu lebih yang terdaftar di Dinas Tenaga Kerja Provinsi" sebutnya.

Kendati demikian ia meyakini, angka PHK justru jauh melebihi dari angka 5 ribu tersebut. Karena hingga kini krisis masih dirasakan para pengusaha di Kaltim.

"Kondisi ekonomi yang buruk banyak membuat pengusaha di Kaltim banyak yang gulung tikar. Bahkan ada yang sebelumnya hidup mewah kini sangat sederhana" ulas Slamet.

Sementara itu, data yang dihimpun Dinas Tenaga Kerja dan Sosial Kota Balikpapan jumlah tenaga kerja yang berhenti atau mengundurkan diri sepanjang tahun 2016 mencapai 700 orang.

Sedangkan jumlah tenaga kerja yang di PHK, Disnakersos masih kesulitan mendatanya karena perusahaan enggan untuk melaporkan ke Disnaker. 
(Ferry Cahyanti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: