KAMIS, 8 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Ratusan pengusaha jasa ekspedisi dan pengusaha jasa penyeberangan truk (Petruk) di sepanjang Jalan Lintas Sumatera ketar ketir terkait surat edaran Kementerian Perhubungan tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Larangan Pengoperasian Kendaraan Angkutan Barang pada saat Libur panjang Hari Raya Idhul Adha 2016/1437 H. 


Salah seorang pengusaha jasa ekspedisi di Jalan Lintas Sumatera KM 3 Bakauheni, Ujang (34) mengaku telah melakukan antisipasi dengan segera menyeberangkan barang barang yang akan dikirim dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa terutama untuk barang barang ekspedisi yang mendapat larangan. Sementara untuk barang barang yang berupa bahan pokok dan sayuran ia mengaku tidak terlalu khawatir karena truk pengangkut jenis barang tersebut masih diperkenankan melintas melalui Pelabuhan Bakauheni.

Ujang mengungkapkan saat ini dirinya memiliki sebanyak 50 truk ekspedisi yang menggunakan jasanya untuk diseberangkan melalui pelabuhan Bakauheni. Namun ia mengaku sekitar 70 persen truk yang diseberangkan olehnya merupakan truk pengangkut barang kelontongan, barang pecah belah dan sebagian bahan bangunan sementara 30 persen diantaranya merupakan barang kebutuhan pokok. Adanya pelarangan tersebut dipastikan dirinya akan mengalami kerugian sekitar Rp500ribu-Rp1juta perhari dengan asumsi pelarangan dilakukan selama 4 hari berturut-turut dalam liburan panjang dan Hari Raya Idhul Adha 2016/1437 H.

"Kami tentunya sangat menyetujui aturan tersebut namun dengan adanya denda atau kurungan sangat disayangkan karena sangat merugikan para sopir dan juga para pengusaha jasa ekspedisi kecil seperti kami terutama pengurus truk," ungkap Ujang yang sudah melakukan usaha jasa ekspedisi sekitar 4 tahun tersebut saat dikonfirmasi media Cendana News, Kamis (8/9/2016).

Ia mengaku untuk menyiasati adanya larangan yang akan diberlakukan mulai dini hari nanti (9/9) sekitar pukul 00.00 WIB maka dirinya telah meminta para sopir untuk berangkat pada hari ini untuk melakukan pengiriman barang ke Pulau Jawa tujuan Serang Banten. Meski demikian ia mengaku dengan adanya pelarangan di sejumlah tempat termasuk Provinsi Banten dirinya memastikan kendaraan truk yang akan diseberangkan akan terjebak di Provinsi Banten sebab saat menyeberang dipastikan sampai di Banten bertepatan dengan waktu pelarangan dan Provinsi Banten termasuk salah satu daerah yang menerapkan surat edaran Kementerian Perhubungan tersebut.

Sebelumnya berdasarkan informasi, Kementerian Perhubungan menerbitkan surat edaran tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Larangan Pengoperasian Kendaraan Angkutan Barang pada saat Libur panjang Hari Raya Idul Adha 2016/1437 H.

Surat edaran ini akan diberlakukan mulai 9 September 2016 pukul 00.00 WIB sampai 12 September 2016 pukul 24.00 WIB, demikian diungkapkan oleh Kabid Sarana dan Prasarana Dinas Perhubungan Kabupaten Lampung Selatan, Deny Irawan, mengutip pernyataan Menteri perhubungan Budi Karya Sumadi.

Menurut Deni Irawan, pelarangan kendaraan angkiutan barang meliputi kendaraan pengangkut bahan bangunan, truk tempelan, kereta gandengan, kendaraan kontainer serta kendaraan pengangkut barang lebih dari dua sumbu. Dinas Perhubungan Lampung Selatan yang berada di ujung Selatan Pulau Sumatera menurut Deni ikut terlibat dalam mengawasi pelarangan tersebut dan sudah menyiagakan personelnya di beberapa titik untuk memantau truk yang masuk kategori dilarang melintas.


"Kita jalankan aturan yang ada dan sebagai langkah antisipasinya kita siagakan personel di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni selain kita melakukan antisipasi lonjakan penumpang saat akan balik dengan keterbatasan fasilitas kendaraan penumpang seperti bus dan travel," ungkap Deni.

Ia melanjutkan, pelarangan pengoperasiaan kendaraan angkutan barang berlaku pada jalan nasional (jalan tol dan jalan non tol) serta jalur wisata di delapan Provinsi yaitu Lampung,Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I. Yogyakarta, Jawa Timur dan Bali.

Untuk truk pengangkut bahan pokok yang tidak tahan lama dan cepat rusak yang melalui darat dalam surat Edaran ini diberikan prioritas terutama pengangkut sayuran serta bahan makanan lainnya. Pengemudi truk yang nekat melanggar akan didenda paling banyak Rp250ribu atau kurungan satu bulan penjara.

Adanya surat edaran tersebut mengakibatkan jumlah truk yang menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni melonjak sekitar 50 persen dibanding hari biasa. Kondisi tersebut dibenarkan manager operasional PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Bakauheni, Yefri Hendri, menurutnya arus penyeberangan khusus truk terus mengalami peningkatan selama sepekan ini dan dipastikan akan terus meningkat saat sore hari sebelum pelarangan diberlakukan.

"Sudah sejak semalam truk yang akan menyeberang intensitasnya naik dan ini pengaruh dari akan adanya pelarangan truk yang diberlakukan mulai dini hari nanti," terang Yefri Hendri.

Pantauan media Cendana News, truk-truk ekspedisi pengangkut barang non sembako terlihat mengantri di dermaga  Pelabuhan Bakauheni terutama yang memiliki tujuan Provinsi Banten dan Jakarta. Keberangkatan sejak malam dan menyeberang di pagi hari menurut sejumlah sopir untuk memperkirakan perjalanan akan sampai di tujuan tepat sebelum pelarangan dilakukan. Sebab para sopir mengaku akan mengalami kerugian dalam biaya operasional jika terjebak dalam perjalanan dan tidak diperkenankan melakukan perjalanan selama empat hari diantaranya kerugian dalam biaya operasional makan dan lain lain.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: