KAMIS, 8 SEPTEMBER 2016

YOGYAKARTA --- Bermula dari sebuah skripsi ilmiah tentang upaya pemanfaatan teknologi komunikasi dan informasi berbasis android untuk tuna netra, mahasiswa Sekolah Tinggi Manajeman Informatika dan Komputer Amikom Yogyakarta, Elik Hari Muktafin, menciptakan sebuah aplikasi smartphone android bagi tuna netra.


Aplikasi android bagi tuna netra hasil pengembangan Elik, tak sekedar hanya bisa digunakan untuk melakukan panggilan telepon atau mengirim pesan pendek. Namun juga bisa digunakan oleh para tuna netra untuk kebutuhan sehari-hari dan sekolah.

Sangat berbeda dengan aplikasi android bagi tuna netra yang selama ini ada, aplikasi tuna netra hasil karya Elik yang kemudian dikembangkan bersama dengan timnya yang tergabung dalam Creavi Smart IT, benar-benar memudahkan para penyandag kebutaan dalam menjalani kehidupannya sehari-hari.

Dalam penjelasannya di ruang pertemuan Kampus STMIK Amikom, Kamis (8/9/2016), Elik mengatakan, aplikasi hasil pengembangannya yang diberi nama B-Smart, mampu mengkonversi teks dalam image atau gambar teks seperti buku, koran atau uang menjadi sebuah tulisan dan suara. Pengguna hanya tinggal mengarahkan kamera teleponnya pada tulisan dalam sebuah buku, koran atau uang dan langsung akan dikonversi menjadi suara. 


Sementara itu dalam penggunaannya dalam menulis pesan, kata Elik, aplikasi B Smart menyediakan papan keyboard virtual braile, yang dalam penggunaannya sama dengan konsep menulis dalam huruf braile, yaitu dengan menggunakan kombinasi tombol angka dari 1 hingga 6 yang tersusun urut di kanan dan kiri layar display smartphone atau telepon pintarnya. 

Dengan aplikasi tersebut, pengguna tuna netra sudah tidak lagi memerlukan orang lain untuk memilihkan nomor kontak yang akan dihubungi atau dikiriminya pesan, karena semua perintah dalam aplikasi itu juga dilakukan dengan konsep membaca huruf braille, namun hasil ketikan dengan konsep braille tersebut akan terkirim dalam bentuk alfabet.

"Ini berbeda dengan aplikasi tuna netra yang selama ini ada, yang tetap membutuhkan seorang penerjemah huruf braile karena hasil outputnya tetap terkirim dalam bentuk huruf braile" jelas Elik.

Lebih jauh dikatakan Elik, Aplikasi B-Smart merupakan pengembangan dari aplikasi sebelumnya yang diberi nama B-Touch yang hanya mampu untuk melakukan telepon dan mengirim pesan. Aplikasi B-Touch semula adalah hasil karya skrilsi Elik, yang kemudian dikembangkan fungsinya untuk keburuhan sehari-hari dan sekolah yang diberinya nama fitur B-Touch, B-Tool dan B-School.
Melalui dana hibah sebesar Rp. 260 Juta dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi, Elik yang kini telah tamat dari STMIK Amikom bersama timnya mengembangkan aplikasinya untuk dikomersilkan. 
(koko)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: