JUMAT, 16 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Bambang Gatot Ariyono, Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementrian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menjalani pemeriksaan dan dimintai keterangan oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selama kurang lebih sekitar 5 jam di Gedung KPK, Jalan Hajjah Rangkayo Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.


Bambang Gatot Ariyono menjelaskan bahwa dirinya lebih banyak ditanya para penyidik KPK terkait seputar penerbitan izin usaha pertambangan di Provinsi Sulawesi Tenggara yang belakangan diduga menyalahi aturan atau tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Saya lebih banyak dimintai keterangan oleh penyidik KPK terkait dengan penerbitan izin usaha pertambangan yang dikeluarkan oleh Nur Alam, Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara, termasuk juga  terkait dengan izin usaha pertambangan yang dikeluarkan untuk PT. Anugrah Harisma Barakah, salah satu perusahaan yang bergerak di bidang pertambangan," demikian dikatakan Bambang Gatot Ariyono sesaat setelah keluar dari Gedung KPK Jakarta, Jumat sore (16/9/2016).

"Saya tidak bisa kasih keterangan apa-apa, hanya itu saja yang bisa saya jelaskan, selengkapnya tanyakan saja kepada pemyidik KPK, intinya kedatangan saya kesini hanya dimintai keterangan dan diperiksa sebagai saksi terkait dengan penerbitan izin usaha pertambangan yang dikeluarkan Nur Alam, Gubernur Provinsi Sulawesi Tenggara" katanya kepada wartawan di Gedung KPK Jakarta.
[Eko Sulestyono]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: