RABU, 21 SEPTEMBER 2016

JAKARTA --- Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Kahar Muzakir mengatakan bahwa pihaknya dan Pemerintah telah menetapkan subsidi LPG 3 kg tahun 2017 sebesar Rp 20 triliun.


Subsidi LPG tersebut, ucap Kahar, akan digunakan untuk 26 juta rumah tangga tepat sasaran dan 2,3 juta usaha mikro.

Semula Pemerintahan mengusulkan subsidi LPG 3 kg Rp28,68 triliun, Namun kemudian ditemukan oleh TNP2K bahwa rumah tangga yang tepat sasaran berjumlah 26 juta rumah tangga dan 2,3 juta usaha mikro.

"Data rumah tangga miskin dan rentan miskin dibutuhkan Rp 15,6 triliun atau hemat sekitar Rp 13 triliun. Namun subsidi tertutup harus sudah dilaksanakan di seluruh provinsi per 1 Januari 2017," kata Kahar di Ruang Banggar DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, (21/9/2016).

Politisi Golkar itu menambahkan, sesuai dengan rencana Pemerintah melakukan distribusi tertutup secara bertahap, maka diusulkan subsidi LPG 3 kg Rp 20 triliun untuk satu tahun.

"Mulai 1 Januari sudah langsung diterapkan," imbuhnya

Sementara itu, kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara, mendukung penyaluran subsidi yang tepat sasaran yaitu berdasarkan nama dan alamat dari penerima dan bukan berbentuk barang.

"Jadi, untuk lebih lanjutnya, kami minta Kementerian ESDM akan memperbaiki atau melakukan revisi terkait hal ini,"kata Nazara.

Untuk itu, Baggar DPR RI berharap Pemerintah lebih lebih fokus melakukan subsidi tepat sasaran disalurkan kepada rumah tangga miskin.

"20 Triliun mesti dipergunakan sebaik-baiknya,"kata Kahar.
[Adista Pattisahusiwa]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: