SENIN, 19 SEPTEMBER 2016

SAMPANG --- Banyaknya kebijakan yang tidak dilaksanakan oleh sejumlah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Sampang, Jawa Timur. Membuat dana ratusan miliar akhirnya dipangkas oleh menteri keuangan. Sehingga kebijakan tersebut perlu dijadikan pelajaran agar pada tahun berikutnya kebijakan yang ada dapat dijalankan dengan baik sesuai kebutuhannya.

Fadilah Budiono, Wakil Bupati Kabupaten Sampang
Kebijakan pemangkasan anggaran terhadap daerah ini merupakan bentuk hukuman guna memacu bagaimana untuk tahun berikutnya kebijakan tersebut benar-benar dijalankan, supaya pemangkasan tidak lagi terjadi seperti sekarang ini. Meski kebijakan itu dirasa kurang nyaman, pemerintah setempat tidak bisa berbuat banyak, sehingga harus menerimanya dan meningkatkan kinerja agar hal sama tidak kembali terjadi.

“Banyaknya kebijakan yang tidak bisa dilaksanakan oleh para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terjadilah hukuman daripada menteri keuangan. Sebetulnya dihukum, kita dipacu untuk tahun depan tidak lagi terjadi seperti ini lagi,” kata Fadilah Budiono, Wakil Bupati Kabupaten Sampang, Senin (19/9/2016).

Disebutkan, bahwa pemangkasan itu merupakan kebijakan yang tidak populer di mata masyarakat, sehingga pihaknya meminta maaf kepada masyarakat dengan keterlambatan pekerjaan yang dilaksanakan. Karena seharusnya pada bulan Mei hingga Juni sudah selesai, tetapi pada kenyataannya hingga bulan ini masih belum bergerak apa-apa.

“Dengan adanya pemangkasan itu nantinya di perubahan anggaran semua nanti akan dikepras. Jadi yang dipangkas kalau fisik tidak terlalu banyak, tetapi yang banyak seperti pelatihan, anggaran perjalanan dinas (Perdin) dan makanan dan minuman (Mamin),” jelasnya.

Pemangkasan terhadap anggaran sebesar Rp. 120 Miliar untuk daerah ini merupakan bentuk efisiensi, sehingga kedepan kebijakan yang akan dikeluarkan dengan menggelontorkan dana diprioritaskan kepada kepentingan masyarakat. Supaya program yang dilaksanakan oleh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) benar-benar sesuai dengan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. 
(M. Fahrul)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: