JUMAT, 23 SEPTEMBER 2016

BANDUNG --- Atlet boling putra DKI Jakarta, Ryan Leonard Lalisang harus puas baru meraih satu meda emas di Pekan Olahraga Nasional (PON) XIX/2016. Padahal pada dua PON sebelumnya yakni PON 2012 Riau dan PON 2008 Kalimantan Timur, Ryan selalu menyapu bersih dengan mendulang lima medali emas. Medali emas yang diraih Di PON XIX/2016 ini ia sumbangkan dari nomor trio putra.


Atlit boling putra yang menyandang ranking satu Asia pada 2015 ini kurang puas pada pencapaiannya pada PON XIX/2016.

"Kalau melihat di dua kali PON saya sapu bersih emas artinya raihan saya sekarang menjadi berkurang," ujar Ryan, di Siliwangi Bowling Center, Jalan Lombok, Kota Bandung, Jumat (23/9/2016).

Dengan sulitnya menyapu bersih emas, artinya rival di PON XIX/2016 ini lebih merata. Dimana setiap provinsi tak melulu menggunakan tenaga atlet dari putra daerahnya.

"Ini juga menandakan pembinaan boling di Indonesia sudah lebih baik," ucapnya.

Disampaikan, persiapan tim biliar DKI menjelang PON XIX/2016 ini pun berbeda dengan sebelum-sebelumnya. Dimana setiap atlet hanya diberikan jatah dua buah bola saja untuk berlatih. Untungnya Ryan memiliki sponsor pribadi untuk menutupi kekurangan itu.

"Dibandingkan yang lain kita per orang hanya 2 bola, saya dengar Jawa Timur saja 40 sampai 50 bola," ucapnya.

Namun hal tersebut ogah ia jadikan alasan. Sebagai atlet Ryan ingin memberikan yang terbaik untuk provinsinya yang memang hanya menargetkan empat emas pada PON kali ini.

"Saya masih ada satu pertandingan di nomor lainnya, tapi kalau menyamakan rekor di dua PON lalu rasanya tidak akan mungkin," pungkasnya.

Diketahui, DKI Jakarta baru meraih dua medali emas pada Cabang Olahraga boling di PON XIX/2016 ini. Selain trio putra, tim trio putri pun meraih prestasi yang sama.
[Rianto Nudiansyah]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: