KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016

PONTIANAK --- Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, Komisaris Besar Polisi Suhadi SW menyebut, Sanimu Saludin, warga Negara Indonesia (WNI) asal Kalimantan Barat tepatnya di Desa Mega Timur Kecamatan Sungai Ambawang, Kabupaten Kubu Raya, harus berhadapan dengan aparat Police Di Raja Malaysia ( PDRM ) Kontinjen Sarawak.


“Karena kedapatan membawa senjata api rakitan secara ilegal berikut 94 butir amunisi, di tempat tinggalnya di Kampung Sau, Sungai Metapus, Mukah, Serawak, Malaysia Timur” ujar Suhadi, Kamis, 22 September 2016.

Dikatakan, pengungkapan kepemilikan senjata api tersebut berawal dari pengembangan siasatan atau penyelidikan pihak Police Di Raja Malaysia Kontinjen Sarawak terkait kasus perampokan di wilayah tersebut, Rabu (7/9/2016) yang lalu. 

“Menurut Laison Officer (LO) Polri di Sarawak, Kompol Taufik Noor Isya  S.Ik, pihaknya telah berkordinasi dengan pihak PDRM Kontinjen Sarawak, dan dengan Polda Kalbar untuk mengecekan alamat tempat tinggal Sanimu Saludin di Kalimantan Barat” ujarnya.

Selain itu, ia berkata serta ingin mendapatkan catatan Kepolisian, apakah yang bersangkutan pernah melakukan tindak kriminalitas di Kalimantan Barat.

“Setelah mendapat informasi tersebut langsung mengambil langkah-langkah diantaranya menghubungi para Kapolres Jajaran polda Kalbar untuk mendapatkan data dimaksud” ucapnya.

Disebutkan, berdasarkan keterangan para tetangga Sanimu di Sungai Ambawang bahwa yang bersangkutan sudah 4 hingga 5 tahun yang lalu telah pindah. 

“Tidak lagi di Mega Timur dan rumahnya sudah dijual karena masalah ekonomi, hasil pelacakan yang dilakukan oleh Direktorat Reserse Polda Kalbar, tidak ditemukan adanya catatan Kepolisian, namun terus melakukan kordinasi dengan Para Kapolres, siapa tahu ada catatan kepolisian di Wilayah Polres atau ada melakukan tindakan radiakalisme” lanjutnya.

Dikatakan, menurut keterangan dari Ketua Jabatan Siasatan Jenayah IPK Sarawak Sac Datok Dev Kumar terkait penangkapan Warga Negara Indonesia asal Kalimantan Barat ini karena memiliki senjata api secara illegal di Malaysia.

“Yang bersangkutan bisa dijerat dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Malaysia, Seksyen 8 Akta Senjata Api tahun 1971 dengan ancaman hukuman mati. Saat ini Sanimu masih ditahan di Serawak, Malaysia, Warga Negara Indonesia yang membawa senjata api atau bahan peledak termasuk amunisi secara Illegal bisa dikenakan Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 Dengan Ancaman Hukuman Sementara 20 tahun,” ujar Suhadi. 
(Aceng Mukaram)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: