RABU, 21 SEPTEMBER 2016

BALI ---‎ Petugas Bea Cukai Bali berhasil menggagalkan penyelundupan 30 ton bahan peledak yang dikirim dari Malaysia. Bahan peledak sebanyak itu diangkut melalui Kapal Motor Kamal Indah. 


Tim Patroli Gabungan Nasional Operasi Walacea, Bea dan Cukai yang berhasil mengagalkan bahan peledak jenis amoniak nitrat di Perairan Karangasem, Bali. Kapal tersebut dinahkodai oleh U (38) warga asal Bone Rate, Sulawesi Selatan. 

Kepala Seksi Penindakan Kantor Wilayah Bea dan Cukai Bali-Nusra, Thomas Aquino‎ menjelaskan, terungkapnya penangkapan itu bermula dari informasi adanya pengiriman bahan peledak menggunakan sebuah kapal motor dari Malaysia menuju Sulawesi, Indonesia. Pada saat sama, Bea Cukai memang menggelar operasi Walacea yang merupakan bagian dari operasi di seluruh Perairan Indonesia.

Aquino menjelaskan, kapal motor dengan lima orang ABK (Anak Buah Kapal) itu pertama kali terdeteksi melintas di wilayah Perairan Batam.‎ Petugas yang tengah patroli kemudian berusaha memburunya. Namun, kapal motor itu berhasil kabur dari kejaran petugas. Lantas, kapal itu kembali terdeteksi di Perairan Kangean, Sumenep, Madura. 

‎"Kapal Motor itu sempat menghilang dari kejaran dan kembali terdeteksi di Perairan Kangean dan langsung dilakukan penangkapan," papar Aquino kepada wartawan, Rabu (21/9/2016).

Saat petugas melakukan penggeledahan, ditemukan sebanyak 30 ton bubuk amoniak nitrat yang merupakan bahan utama pembuatan bahan peledak high explosive.‎ Petugas kemudian menggiring kapal motor itu menuju pelabuhan Padang Bai, Karangasem.

‎"Bahan itu bisa digunakan sebagai bahan baku pembuatan pupuk. Tapi juga bisa digunakan sebagai bahan peledak. Berapa hektar terumbu karang akan hancur dengan berat sebanyak itu. Akan dahsyat sekali ledakannya," ujarnya.

Untuk uji laboratorium, Bea Cukai telah ‎mengambil tiga sampel bahan yang dibawa kapal tersebut. Sementara itu, Direktur Polisi Air Polda Bali, Komisaris Besar Hendra menuturkan, saat ini anak buah kapal dan nahkoda telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

"Sementara masih dimintai keterangan. Kita dalami bahan itu untuk digunakan apa dan ke mana. Masih penyelidikan," tutup dia.
[Bobby Andalan]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: