JUMAT, 30 SEPTEMBER 2016

SURABAYA --- Buku yang berjudul "Perumahan dalam Jejak Paradoks" karya salah seorang guru besar Jurusan Arsitertur ITS, Prof. Ir. Johan Silas dibedah tepat saat perhelatan Peringatan 30 tahun berdirinya Laboratorium Perumahan dan Permukiman (LPP) Jurusan Arsitektur ITS Surabaya pada Jumat (30/09/2016) di Gedung Djelantik Jurusan Arsitektur ITS.


Acara yang yang dihadiri oleh Para Alumni Program Studi Pasca Sarjana Bidang Perumahan dan Bidang Real Estate Jurusan Arsitektur ITS ini, mengundang secara khusus penulisnya sebagai pemateri acara bedah buku tersebut.

"Buku ini sebenarnya wujud protes saya pada pemerintah. Menurut saya pemerintah itu tidak adil. Karena lebih dari 80 % rumah yang ada di Indonesia di buat sendiri oleh masyarakat, dan sisanya baru pemerintah yang menangani" terang Johan Silas. 

Ia menambahkan, makanya kenapa dalam judul buku ini diberi kata paradoks. Memang seolah-olah isi bukunya seperti tidak sesuai dengan kenyataan, tapi kalau ditelusuri dan dipahami secara mendalam inilah yang terjadi di Indonesia.


Dalam tanggapannya saat sesi diskusi, Ir. Antonius Budiyono yang juga pernah bekerja di Kementrian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat menjelaskan, dasar hukum penyelenggaraan perumahan itu antara lain UUD 1945 Pasal 28 H, UU Nomor 1/2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman, dan UU Nomor 20/2011 tentang Rumah Susun.

"Jika dirangkum, sebenarnya setiap orang atau warga atau rumah tangga berhak menempati rumah yang layak huni" tuturnya.

Antonius Budiono yang juga alumni arsitektur ITS ini menambahkan, mengenai buku tersebut menurut saya buku yang luar biasa yang ditulis oleh Prof. Ir. Johan Silas yang sudah disesuaikan dengan perkembangan dan tuntutan pada masa kini.
(Nanang WP)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: