SELASA, 13 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas I Bandarlampung wilayah kerja Pelabuhan mengamankan satwa jenis burung dilindungi dan ratusan burung kicau saat akan dilalulintaskan dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa. 


Penyidik pegawai negeri sipil di kantor BKP Bakauheni, Buyung Hadiyanto mengungkapkan, pengamanan satwa dilindungi tersebut berupa Alap alap tikus (Elanus caeruleus) dan Elang Bondol (haliastur indus) yang dilindungi tersebut digagalkan saat dikirim menggunakan bus penumpang Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dari wilayah Sumatera Selatan tujuan Jakarta.

Menurut Buyung, total satwa yang dilindungi diantaranya satwa alap alap tikus sebanyak  14 ekor dan elang trondol sebanyak 2 ekor yang dikirim menggunakan keranjang buah yang dibawa menggunakan bus BSI asal Palembang tujuan Jakarta.

“Kami amankan karena sama sekali tanpa surat resmi dari BKSDA dan karantina dan lebih lebih jenis alap alap dan elang sudah masuk hewan dilindungi,”ungkap penyidik BKP Bakauheni Buyung Hadiyanto kepada Cendana News, Selasa (13/9/2016)

Buyung menerangkan, satwa tersebut diperkirakan merupakan hasil penangkapan di sejumlah hutan di Sumatera Selatan atas pesanan seseorang yang ada di Jakarta. Ia juga menerangkan satwa alap alap tikus memakan binatang pengerat sepeti kelelawar, burung burung kecil reptil dan serangga. Burung alap alap tersebut merupakan satwa liar yang berburu dengan cara melayang dan mengawasi mangsa dan meluncur mangsanya ketika mangsa buruannya terlihat.

Alap alap tikus (Elanus caeruleus) dan Elang bondol (haliastur indus) menurut Buyung termasuk jenis burung yang dilindungi sebagaimana tertuang dalam lampiran PP No 7 tahun 1999 dan ada ketentuan dalam Undang Undang nomor 5 tahun 1990 bahwa sesuai aturan tersebut barangsiapa dengan sengaja membunuh, menangkap, melukai, memiliki, mengangkut, memperniagakan satwa yang dilindungi dalam keadaan hidup terancam penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak 100 juta rupiah.

Khusus untuk elang bondol satwa tersebut ungkap Buyung merupakan jenis satwa dilindungi yang ditetapkan sebagai Fauna Identitas (Maskot) Provinsi DKI Jakarta mendampingi Salak Conder (Flora identitas) berdasarkan Keputusan Gubernur No 1796 tahun 1989.

Proses selanjutnya ungkap Buyung belasan alap alap tikus dan elang bondol tersebut akan diserahkan ke Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Lampung seksi wilayah Bengkulu untuk penanganan lebih lanjut karena umur elang yang masih muda dan akan dilepasliarkan saat dewasa di habitat aslinya.


Selain berhasil mengamankan belasan satwa langka jenis alap alap tikus dan elang bondol BKP Bakauheni dalam razia rutin juga mengamankan sebanyak 250 ekor burung perkutut dan cucak ranting yang akan dibawa dari Lampung menuju Solo Jawa Tengah menggunakan bus Putra Remaja. Selain ratusan burung jenis perkutut dan cucak ranting BKP Bakauheni juga mengamankan puluhan burung berkicau jenis cucak mini yang dibawa dari Provinsi Jambi menuju Provinsi DKI Jakarta.

“Burung burung tersebut dibawa menggunakan bus penumpang Prayogo dari Provinsi Jambi dan dibawa tanpa dokumen sama sekali diantaranya SKKH dan dokumen karantina,”terang Buyung.

Ratusan burung tersebut terpaksa dilepasliarkan akibat tidak memiliki dokumen resmi dari karantina yang harus dipenuhi oleh pihak yang melalulintaskan satwa tersebut. Pelalulintasan satwa unggas liar jenis burung tak dilindungi dan burung dilindungi tersebut menurut Buyung melanggar Undang Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan.
[Henk Widi]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: