MINGGU, 18 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Akhir pekan dan libur panjang kawasan wisata Kuliner Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Bom Kalianda menjadi lokasi favorit warga untuk berekreasi. Para pengunjung yang sebagian besar merupakan warga sekitar Kalianda dan pendatang dari beberapa wilayah di Lampung memenuhi beberapa sudut tempat wisata yang menyajikan keindahan yang memanjakan mata diantaranya gunung, laut, dermaga dengan kapal kapal nelayan yang bersandar serta kuliner yang memanjakan lidah tersebut. 


Meski digadang-gadang sebagai lokasi destinasi wisata yang cukup banyak dikunjungi namun pengunjung masih mengeluhkan kondisi tempat wisata yang terkesan tak tertata tersebut. Kondisi tidak tertatanya wisata kuliner TPI Bom tersebut diantaranya penataan lokasi pokok tempat wisata dan tempat pedagang berjualan yang masih tumpang tindih.

Salah satu pemerhati kawasan wisata yang juga menekuni dunia media sosial, Intan Nuraini (34) mengaku sangat menyayangkan penataan yang belum maksimal pada tempat lokasi di kota Kalianda tersebut. Ia bahkan mengungkapkan kondisi tersebut membuat dirinya yang juga seorang pegiat media sosial instagram dengan rajin mengunggah foto foto destinasi wisata menyayangkan kondisi yang belum tertata tersebut. 

Kondisi tersebut diantaranya lokasi berjualan yang masih berada di sekitar amphiteater yang merupakan lingkaran besar untuk duduk santai atau lokasi pertunjukan. Akibatnya saat para pecinta fotografi akan mengambil view gambar yang bagus justru mendapat latar belakang yang kurang bagus.

"Seharusnya disediakan lokasi khusus untuk berjualan dan ada petugas yang berwenang untuk menertibkan apalagi lokasi ini dikenal dan digadang gadang sebagai lokasi wisata kuliner tapi banyak pedagang kaki lima yang mengambil tempat di lokasi poin utama amphiteater ini,"ungkap Intan Nuraini saat ditemui Cendana News di lokasi wisata kuliner dermaga Bom Kalianda, Minggu sore (18/9/2016).


Ia mengaku usaha untuk mencari pencaharian di lokasi tempat wisata tersebut bukan sebuah larangan namun setidaknya instansi terkait bisa menempatkan para pedagang di lokasi khusus terutama area yang tak menganggu para pengunjung. 

Ia juga menyayangkan tidak disediakannya kotak sampah khusus yang bisa dipergunakan di lokasi lokasi strategis dan beberapa diantaranya mengakibatkan pengunjung membuang sampah sembarangan. Selain itu lokasi wisata tersebut belum memiliki lokasi khusus parkir dengan penjagaan dari petugas sehingga pengunjung parkir sembarangan di beberapa tempat sehingga terkesan semrawut. Beberapa paving blok yang dipasang bahkan sudah terlepas akibat kurangnya pemeliharaan dari instansi terkait.

Kondisi tersebut menurut Intan yang diamini beberapa rekan sesama pecinta jalan jalan di destinasi wisata harus dibenahi agar pengunjung benar benar nyaman berada di lokasi wisata tersebut.  Hal yang cukup mengganggu para pengunjung selain banyaknya pedagang yang berjualan di lokasi yang tak semestinya diantaranya keberadaan trotoar yang dipenuhi dengan lampu lampu hias dengan giant letter bertuliskan KULINER KALIANDA. Jalan artistik dengan batu batuan khusus yang dibuat untuk mempercantik lokasi tersebut dengan sentuhan trotoar menarik justru dilintasi dan menjadi tempat parkir kendaraan roda dua bahkan terkadang kendaraan roda empat.

"Sayang sekali ini kan anggarannya tidak sedikit dan kalau motor dan mobil dibiarkan melintas, parkir maka lokasi ini akan cepat rusak dan kotor,"ungkap Nuraini.

Ia mengaku infrastruktur pendukung berupa lokasi lahan parkir khusus selain memberi keamanan dan kenyamanan pengunjung juga membuat lokasi tersebut tidak terkesan semrawut. Ia bahkan mengaku kerap mengalami "kebocoran" sana sini saat akan memotret view lokasi tersebut dengan banyaknya kendaraan berupa mobil dan motor yang diparkir sembarangan.

Selain trotoar artistik, giant letter KULINER KALIANDA, payung raksasa dua buah, beberapa lampu hias yang ada di lokasi tersebut disediakan meski sebagian tidak menyala dalam kondisi bagus. Selain itu sebuah panggung permanen ditempatkan sebagai lokasi untuk pertunjukan kesenian bagi kelompok seni yang semula dijadwalkan akan dilakukan setiap akhir bulan.

Meski belum memiliki infrastruktur memadai seperti yang diharapkan masyarakat, pantai wisata Kuliner Bom Kalianda masih menjadi destinasi favorit warga. Sebagian menggunakan waktu akhir pekan sembari menikmati saat saat Matahari terbenam di Selat Sunda dan menikmnati sajian kuliner yang disediakan para pedagang diantaranya otak otak ikan, bakso ikan, minuman es kelapa serta kuliner lain. Sebagian pedagang yang berjualan di lokasi tersebut sudah disediakan lokasi khusus namun lebih banyak pedagang yang menggunakan lokasi tidak semestinya.


Lokasi yang berada dekat kota Kalianda tersebut selain menjadi rujukan para wisatawan lokal juga banyak dikunjungi warga untuk membeli ikan yang ditangkap para nelayan. Tangkapan ikan yang diperoleh dari perairan Teluk Lampung dan Selat Sunda didaratkan di TPI bom Kalianda dan langsung dibeli oleh para pengepul ikan melalui proses pelelangan dan sebagian masyarakat bisa membeli ikan untuk dimasak di lokasi pasar ikan higienis yang ada di lokasi yang sama. Sebagian warga memilih mengunjungi lokasi tersebut untuk berwisata saat akhir pekan dan saat pulang membeli ikan untuk dimasak bersama keluarga.
[Henk Widi]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: