JUMAT, 2 SEPTEMBER 2016

SUMENEP --- Belum tersedianya pelabuhan di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, membuat sapi kiriman dari pulau Sepudi daerah setempat terlebih dahulu harus diceburkan ke laut. Pasalnya perahu yang mengangkut sapi tersebut tidak bisa sandar ke bibir pantai ketika sedang air laut dalam kondisi surut.


Biasanya sapi-sapi yang dikirim dari wilayah kepulauan daerah ujung timur Pulau Madura ini untuk dijual di daratan, satu persatu diceburkan ke laut sambil berenang agar bisa tiba ke pinggir untuk diangkut dengan mobil pick up. Maka dari itu para pedagang harus bersusah payah menurunkan sapi yang cukup banyak supaya sapi-sapi tersebut bisa dijajalkan di pasar ternak yang ada di daratan.

“Ya kami selalu kerepotan ketika membawa sapi ke daratan, karena dengan tidak adanya pelabuhan untuk ternak, maka sapi yang dibawa dari kepulauan terpaksa harus diceburkan ke laut agar bisa tiba ke pinggir pantai. Memang tidak begitu jauh jaraknya dari perahu ke pinggir, tetapi ini membutuhkan waktu lama,” kata Mashari (41), salah seorang pedagang sapi dari Pulau Sepudi, Kabupaten Sumenep, Jumat (2/9/2016).

Disebutkan, keberadaan dermaga di pelabuhan rakyat yang kurang memadai membuat perahu pengangkut sapi tidak bisa di sandar dan sapi itu akan berenang sendiri dengan diikuti oleh sang pemilik.

“Jadi sapi-sapi yang dilempar ke laut ini harus berenang di gilir ke bibir pantai, maka saat tiba di bibir pantai banyak sapi-sapi yang kelelahan. Kalau bawa sapi dari kepulauan memang susah saat hendak tiba ke daratan, sebab ketersediaan pelabuhan ternak di daerah ini belum ada sama sekali,” jelasnya.


Sementara saat mendekati hari raya Idul Adha 1437 hijriyah, permintaan sapi dari kepulauan Sepudi meningkat tajam. Akibatnya sejumlah pedagang harus menambah jumlah sapi yang hendak di jual ke pasar hewan di daratan.
[M. Fahrul]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: