SABTU, 17 SEPTEMBER 2016

LHOKSEUMAWE --- Tim Satuan Tugas (Satgas) Pagap Gampong yang dibentuk warga di Desa Ujong Blang, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Aceh, untuk memberantas peredaran narkoba menerima teror dari Orang Tak Dikenal. Sejumlah teror diterima oleh tim satgas melalui pesan dan melalui telepon.


“Kita pernah diteror, kami diancam akan dibunuh kalau masih terus ada satgas pagap gampong (desa, red) ini,” ujar Ridwan Sani, Ketua Pemuda Desa Ujong Blang, kepada Cendana News, Sabtu (17/9/2016).

Ridwan menuturkan, tidak hanya sekali, tim satgas yang bekerja selama 20 hari tersebut tekah mendapat beberapa kali teror. Menurutnya, ada pihak-pihak tidak senang dengan apa yang tim satgas lakukan yaitu memberantas narkoba dan perjudian.

Hal senada juga disampaikan M. Diah, Ketua Tim Satgas Pagap Gampong Desa Ujong Blang. Katanya, teror yang dilakukan oleh orang tak dikenal tersebut dilakukan lewat pesan singkat atapun melalui telepon genggam.  

Pun begitu, para orang tua dan tim satgas di desa tersebut, kata M. Diah tidak pernah takut dengan berbagai ancaman tersebut. Bagi mereka, ancaman maupun teror yang didapat tersebut merupakan bagian dari tantangan yang akan mereka hadapi.

“Kita sadari akan ada berbagai tantangan, teror salah satau tantangan, kami tidak akan pernah mundur, karena kami ingin menyelamtakn generasi dari pengaruh bayaha narkoba, dan kita akan selalu berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan koramil,” pungkas M. Diah.

Diberitakan sebelumnya, Desa Ujong Blang, Kecamatan Muara Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Aceh, membentuk tim Satuan Tugas (Satgas) Pagap Gampong. Tim tersebut diperuntukkan untuk memberantas peredaran barang haram narkotika yang kian marak di desa tersebut.

Kepala Desa Ujong Blang, Basyir Husaini, dalam jumpa pers yang digelar Polsek Banda Sakti, Lhokseumawe, Jumat (16/9/2016), mengatakan, awalnya satgas tersebut dibantuk karena niat para orang tua di desa yang khawatir dengan maraknya peredaran narkotika. Satgas dibentuk, katanya untuk membentengi desa dari peredaran barang haram tersebut.
(Zulfikar Husein)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: