SENIN, 12 SEPTEMBER 2016

SOLO --- Hari ini umat Islam di dunia tengah merayakan Hari Idhul Adha, atau Idhul Qurban. Sebagai umat islam qurban tidak hanya sebagai bentuk keikhlasan mengeluarkan sejumlah harta untuk berbagi kepada sesama. Jauh lebih dari itu, Qurban sejatinya bisa dimaknai sebagai bentuk pengorbanan untuk bisa membunuh sifat kebinatangan manusia sehingga menjadi pribadi yang bertaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa.


Inilah sekilas ceramah yang disampaikan Ustad Muhammad Khoriri seusai Shalat Ied di Masjid Nurul Iman, Kalitan, Solo, Senin pagi (12/9/16). Sebagai insan yang dianugrahi cipta, rasa dan karsa, manusia sering kali lupa akan apa yang menjadi tanggung jawabnya dan banyak menuntut haknya. Dalam diri manusia banyak sifat kebinatangan, sehingga melalui momentum Qurban ini, umat islam diajak untuk membunuh sifat yang tercela tersebut. 

"Berqurban memang mengikhlaskan harta kita, tetapi jika kita Berqurban juga dengan meniatkan membunuh sifat-sifat kebinatangan manusia akan lebih bermakna," ucap Kepala Rumah Tangga Ndalem Kalitan, Agus kepada Cendana News, Senin pagi (12/9/16). 


Ditekankan lebih lanjut, sifat kebinatangan inilah yang sering kali membuat manusia lupa akan fitrahnya menjadi mahluk yang bertuhan. Dibawah pengaruh sifat kebinatangan ini, manusia tidak bisa membedakan yang benar dan salah serta lebih memilih liar dan terlepas dari tanggung jawab. 

"Sifat dasar hewan adalah liar dan tidak pernah mengetahui apakah yang akan dimakan merupakan haknya atau bukan. Melalui qurban mari hilangkan sifat kebinatangan kita, sehingga membentuk pribadi yang beriman dan bertaqwa," imbuhnya. 


Dalam kesempatan Hari Raya Qurban tahun ini, pihak keluarga cendana berkesempatan berkurban di tiga tempat yang masuk wilayah Solo, Jawa Tengah. Yakni Ndalem Kalitan, Makan Bapak - Ibu Soeharto bersama keluarga di Astana Giribangun, Matesih, serta Masjid Habis Syech di Solo. 

"Untuk di Ndalem Kalitan ada 2 sapi dari Bu Titiek (Titiek Soeharto) dan beberapa kambing, untuk di Giribangun juga ada dua sapi dari Bu Tutut, serta satu sapi di Masjid Habib Syech di Semanggi, Pasar Kliwon," terangnya. 

Daging sapi yang disembelih di Ndalem Kalitan akan dibagikan kepada panti-panti yang ada di Solo, Jawa Tengah. Seperti Yayasan Penyandang Anak Cacat (YPAC), Panti Jompo, Kleco serta diberikan kepada kerabat dan karyawan. 

"Yang kita bagikan ini di luar dari yang kita berikan kepada masjid. Kalau di masjid ada beberapa sapi dan kambing diberikan kepada masyarakat sekitar," pungkasnya. 
(Harun Alrosid)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: