JUMAT, 2 SEPTEMBER 2016

LARANTUKA --- Kelompok Tani Ola Loit Desa Hrorowura kecamatan Adonara Tengah kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yang terbentuk tahun 2014 mengembangkan tanaman sayuran. Berbekal kerjasama dari 15 orang anggota dimana perempuan 5 orang, jika pasokan air bagus, mereka bisa meraup penghasilan rata-rata Rp 5 juta rupiah perbulan.


"Hasil ini sangat menggiurkan dimana sebelumnya para petani hanya menanam jagung dan padi ladang sesudahnya tanah dibiarkan terlantar,"sebut Simon Demon Samon ketua kelompok saat ditemui Cendana News, Kamis (1/9/2016).

Namun sangat disayangkan, karena keterbatasan infrastruktur dan modal, kelompok tani tersebut berusaha meminta bantuan ke pemerintah setempat melalui proposal. Meski berulangkali mengajukannya, namun gayung belum juga bersambut dan bantuan tersebut tak kunjung turun.

Herman Suroman pendamping kelompok menyebutkan, kehadiran kelompok tani tersebut mampu meredam pertikaian antar warga. Tapi kelangsungannya masih terlihat samar-samar karena kekurangan pompa air, traktor tangan, bibit dan pupuk.  

“Saya sendiri yang hantar proposalnya ke dinas Pertanian dan Peternakan Flotim namun hanya dijanji saja, tidak diberikan bantuan,” ungkapnya.

Herman yang juga seorang guru ini menambahkan para petani terpaksa membeli selang air dan pipa untuk mengalirkan air ke kebun sayuran.

“Semangat petaninya bagus cuma karena airnya susah mereka kadang tidak tanam. Bibit sayuran dan pupuk juga tidak diberikan,” tuturnya.


Mereka berharap pemerintah setempat dapat memperhatikan nasib kelompok yang tengah berupaya memperbaiki kualitas hidup melalui pertanian dengan menyalurkan bantuan yang sangat dibutuhkan.
[Ebed De Rosary]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: