RABU, 21 SEPTEMBER 2016

PONTIANAK --- Kondisi cuaca disejumlah kabupaten/kota di Kalimantan Barat selalu berubah-ubah setiap saat. Hal itu pula membuat warga di bumi Khatulistiwa khawatir. Nikolipahi seorang warga Desa Sungai Enau, Kecamatan Kuala Mandor B, Kabupaten Kubu Raya menuturkan, ia terpaksa tidak berladang karena cuaca tak menentu.


"Kadang panas, kadang hujan. Ini yang susah buat kami di desa. Bagaimana mau bertani. Susahjadinya," tutur Nikolipahi di Kubu Raya, Rabu (21/9/2016).

Pria berusia 37 tahun ini sehari-hari bekerja di ladang miliknya. Ia mengurusi lahan seluas lima hektar. Ladang itu berupa tanaman padi, palawija, dan tanaman pohon tahunan lainnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Klas II Siantan Pontianak, Kalimantan Barat menyebut Dinamika atmosfer saat ini diwarnai indikasi La Nina lemah.

"Yang biasanya meningkatkan peluang hujan di wilayah Indonesia termasuk Kalimantan Barat," kata Kepala Stasiun Klimatologi Klas II Siantan Pontianak, Wan Dayantolis.

Dikatakan Wan Dayantolis, adanya gangguan pola cuaca pada skala lokal-regional seperti pola tekanan rendah  menyebabkan daerah Kalimantan Barat 'kehilangan hujan' pada Agustus dan awal September 2016.

"Seiring pergerakan matahari melintasi Khatulistiwa menuju bumi bagian selatan, gangguan-gangguan lokal-regional masih menghambat peluang terjadinya hujan," ujar Wan Dayantolis.

Wan Dayantolis menyebut, pada akhir bulan September 2016 ini curah hujan diprediksi masih akan terjadi. "Namun dengan intensitas mendekati sama dengan rata-ratanya," ucap Wan Dayantolis.

Wan Dayantolis menjelaskan, adapun suhu udara diprediksi akan lebih hangat 0.5- 1°C dari biasanya. 

"Perlu diwaspdai peluang terjadinya hujan skala lokal dengan intensitas sedang hingga deras yang bisa membawa dampak buruk," sebut Wan Dayantolis mengingatkan. 
[Aceng Mukaram]
Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: