SABTU, 10 SEPTEMBER 2016

SUMENEP --- Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur memprediksi musim hujan akan terjadi pada pertengahan November 2016. Pasalnya tahun ini memang telah memasuki musim kemarau basah, sefangkan musim kemarau normal tidak berjalan lama seperti biasanya, karena musim tersebut hanya terjadi sekitar tiga bulan.


Fenomena lanina atau kemarau basah disebabkan turunnya suhu permukaan air laut di samudera pasifik. Hal tersebut menyebabkan musim hujan yang terjadi lebih panjang dibandingkan dengan biasanya. 

Mengingat kondisi seperti itu, petani perlu lebih jeli dalam memilih komuditas yang akan ditanam, supaya tanaman garapannya benar-benar tahan terhadap intensitas hujan yang tinggi.

“Jadi khusus wilayah Madura dan sekitarnya, musim hujan tahun ini akan terjadi pada periode dua minggu bulan November atau antara tanggal 11 - 20 November. Sedangkan musim kemarau normal hanya berlangsung sekitar tiga bulan saja, yaitu antara pertengahan bulan Agustus Hingga awal November,” kata Agus Arif Rakhman, Observer Badan Meteorologi Klimatologi Dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Sumenep, Sabtu (10/9/2016).

Disebutkan, dengan kondisi kemarau basah tersebut, periode musim hujan akan lebih panjang dari tahun-tahun biasa. 

“Jadi fenomena lanina dan elnino tidak berpengaruh langsung pada kecepatan angin khususnya di perairan, sebab lanina dan elnino hanya berdampak pada perubahan iklim yakni tinggi rendahnya intensitas hujan dan musim kemarau,” jelasnya.

Sementara kecepatan angin di perairan akan tetap sama seperti musim-musim biasanya disaat tidak terjadi fenomena lanina dan elnino. Sehingga untuk pelayaran tidak terlalu membahyakan, tetapi mereka juga selalu memantau kondisi cuaca, karena sewaktu-waktu bisa saja berubah. 
[M. Fahrul]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: