SELASA, 27 SEPTEMBER 2016

BALI --- ‎Luar biasa! Mungkin kalimat itulah yang akan kita sematkan kepada Ni Putu Rista, bocah asal Karangasem, Bali itu menguasai 23 bahasa asing. Ni Putu Rista merupakan murid kelas 4 SDN VI Besakih. Ayah Rista, I Wayan David menuturkan, puluhan bahasa asing yang dikuasai oleh anaknya di antaranya adalah Jerman, Inggris, Perancis, Italia, Jepang, Rumania, Rusia, Bulgaria, Polandia dan sejumlah bahasa asing lainnya.


"Anak saya belajar bahasa asing itu secara otodidak," kata David ditemui di Besakih‎, Selasa 27 September 2016.

Disebutkan, saban hari Rista membantu ibunya, Ni Wayan Parmi berjualan di Pura Besakih. Pura Besakih sendiri merupakan pura terbesar di Bali yang menjadi obyek pariwisata. Otomatis, setiap hari Rista bergaul dengan wisatawan mancanegara.

"Dia setiap hari berkomunikasi sama tamu," jelas David.

Rista menjajakan kartu pos di pura terbesar di Bali itu. Hal itu dilakukan, sambung David, karena tak ada yang menjaga Rista di rumah.‎

"Dari usia 5 tahun Rista sudah jualan di Besakih. Tapi dia intens belajar bahasa asing pada usia 7 tahun," kata David.

David sendiri sehari-hari merupakan guide di Besakih. Pekerjaan lainnya adalah Koordinator Pendaki Gunung. Namun, ia melanjutkan, tak lama Rista berjualan tiap harinya. Bocah kelahiran 9 Oktober 2006 itu hanya berjualan 1,5 jam saja tiap harinya. Aktivitas berjualan itu dilakukan setelah ia pulang sekolah.

"Dia sekolah mulai pukul 07.00-12.00 WITA. Selepas pulang sekolah dia jualan paling lama 1,5 jam. Setelah itu dia kembali ke sekolah untuk les. Rista anaknya lumayan aktif," ucapnya.

Di sekolah, David menceritakan, prestasi anaknya cukup bagus. "Dia selalu mendapat peringkat kelas," papar dia.

Meski cukup berprestasi, namun hingga kini David mengaku putrinya belum mendapat bantuan apapun, semisal beasiswa. "Belum ada. Saya katakan yang sejujurnya. Beberapa waktu lalu saja saya dan Rista diundang Ibu Bupati untuk memberi motivasi anak gepeng (gelandangan dan pengemis) di Munti Gunung. Rista diberi bantuan kamus 15 bahasa," ujarnya.


Sementara itu, David mengaku dua hari lalu datang lembaga dari Jakarta. Lembaga tersebut akan mendatangkan guru les bagi Rista. ‎David tak muluk-muluk terhadap pemerintah. Ia hanya berharap anaknya dapat mengenyam pendidikan setinggi-tingginya.

"Kami keluarga kurang mampu, tapi kami tetap berusaha untuk pendidikan dia (Rista). Harapan saya ada bantuan dari pemerintah untuk kelanjutannya. SMA dan universitas kami tentu saja membutuhkan bantuan," kata ayah dua anak itu.
[Bobby Andalan]

Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: