SENIN, 19 SEPTEMBER 2016

SOLO --- Guna menekan kenakalan usia sekolah, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, menggelar razia tempat-tempat yang sering digunakan untuk membolos. Hasilnya, ada tujuh siswa yang terjaring dalam razia yang digelar di sejumlah warung makan dan tempat bermain di Karanganyar.


Ketujuh Siswa dari berbagai Sekolah Menengat Atas dan Kejuruan (SMA/K) di Karanganyar ini langsung dibawa ke Kantor Satpol PP Karanganyar. Selanjutnya, para siswa didata dan pihak sekolah diminta untuk datang ke Kantor Satpol PP untuk memberikan pembinaan.

“Tujuh siswa yang kita tangkap ini sebagian besar tengah nongkrong di warung, main Playstation,” ucap Kepala Satpol PP Karangayar, Kurniadi kepada awak media, Senin (19/9/2016).
 
Razia pelajar yang dilakukan ini, kata Kasatpol PP karena banyak masyarakat yang resah terhadap keberadaan siswa yang bolos. Di Karanganyar sendiri tempat yang dijadikan lokasi untuk bolos siswa juga semakin banyak. 

“Lokasi yang dijadikan untuk bolos ini tidak semakin sedikit malah semakin banyak. Justru ada masyarakat yang menfasilitasi seperti tempat bermain maupun warung makan,” jelasnya.


Untuk memberikan effect jera, Satpol PP langsung meminta pihak sekolah untuk melakukan pembinaan secara internal. Selain itu, Satpol PP Karanganyar juga mewajibkan siswa menandatangi surat pernyataan agar tidak melakukan tindak yang sama. 

“Untuk sekolah kita  panggil dan beri surat pernyataan. Kita juga lakukan razia isi handphone siswa untuk mengetahui apakah siswa menyimpan video-video porno maupun foto yang seronoh,” tegasnya.

Tujuh siswa yang kedapatan bolos itu diketahui berasal dari 3 sekolah berbeda. Ada kejadian lucu saat siswa yang kedapatan bolos diberi hukuman oleh Satpol PP. Diantaranya, salah satu siswa menangis saat diminta untuk membacakan pancasila, namun tidak hafal. 
[Harun Alrosid]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: