KAMIS, 22 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Petugas BadanPenanggulangan Bencana Daerah (BNPD) Kabupaten Lampung Selatan segera melakukan pendataan rumah yang mengalami kerusakan akibat dirusak dalam peristiwa bentrokan antar Desa Way Muli dan Desa Kunjir. Sebanyak satu deret rumah warga diantaranya milik Aliyudin, Kasiman, Jai Nata, Jakri, Januri dan beberapa warung milik warga dipastikan mengalami kerusakan yang ada di Way Muli Timur. Sementara di Way Muli Induk sebanyak satu rumah rusak berat yakni rumah Misza.


Kepala BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Darmawan yang datang bersama kepala Desa Way Muli Zamra Ghozali mengungkapkan tahap pertama pihaknya akan melakukan pendataan jumlah bangunan dan rumah yang mengalami kerusakan. Kerusakan rumah yang didata tersebut selanjutnya akan diusulkan untuk mendapat bantuan dari pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

“Kita segera lakukan pendataan rumah yang rusak karena sebagian rumah berada di perbatasan antara dua desa dan massa merusak rumah yang berada di dekat perbatasan dengan dirusak menggunakan benda benda keras,”ungkap Darmawan kepala BPBD Lampung Selatan didampingi Kepala Desa Way Muli, Zamran Ghozali kepada Cendana News di lokasi kejadian, Rabu (21/9/2016).

Darmawan mengaku pendataan dilakukan oleh petugas dari Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Lampung Selatan,aparat desa dan petugas BPBD Lampung Selatan. Terkait besaran bantuan yang akan diberikan belum bisa dipastikan, termasuk akan adanya bantuan awal berupa bahan makanan serta bantuan lain kepada warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Namun ia mengaku dalam kondisi darurat saat ini warga masih tetap beraktifitas dengan baik sehingga belum diberikan bantuan berupa makanan.

Hingga kini puluhan petugas polisi masih berjaga di lokasi perbatasan dua desa, sementara petugas dari BPBD Lampung Selatan dan petugas lain terus melakukan pendataan.

Meski sempat terjadi aksi nyaris saling serang dan sempat terjadi tindakan anarkis warga namun aksi berhasil diredam oleh petugas polisi dari Satuan Sabhara Polres Lampung Selatan. Siang ini petugas BPBD Lampung Selatan dipastikan akan mengirimkan bantuan berupa makanan dan bantuan lain bagi para korban yang rumahnya mengalami kerusakan.

Menurut Zamran asal mula pecah bentrok yang sempat mengakibatkan massa warga Desa Kunjir merusak rumah Mirza di Desa Way Muli Muli bermula dari adanya perkelahian antara Romi warga Kunjir dengan Asep warga Desa Way Muli namun perkelahian tersebut diikuti oleh kedua orangtuanya yang berakibat nyaris bentrokan susulan. Perkelahian tersebut juga berbuntut dengan aksi perusakan rumah Mirza yang sebetulnya tidak ikut dalam perkelahian tersebut.

“Sebetulnya Mirza tidak ikut terlibat dalam perkelahian tersebut namun massa justru merusak rumah Mirza yang juga merupakan warga Desa Way Muli yang oleh warga Kunjir minta diproses secara hukum,”terang Zamran.


Zamran yang baru menjabat sebagai kepala desa selama satu tahun di Way Muli mengaku saat ini di Desa Way Muli Timur terdiri dari 352 kepala keluarga (KK) menurut Zamran sebagian besar berprofesi sebagai nelayan, petani dan pekebun. Meski demikian ia mengaku saat ini tetap mengimbau warganya untuk tidak terprovokasi aksi lanjutan paska penyerangan oleh warga desa tetangga.

Pantauan Cendana News warga yang sempat mengungsi akibat takut bentrokan kembali pecah akhirnya kembali ke rumah masing masing setelah mendapat jaminan keamanan dari Polres Lampung Selatan. Berdasarkan informasi direncanakan siang ini akan ada pertemuan antar tokoh masyarakat untuk mencari solusi terkait penyebab bentrokan tersebut dimana salah satu satu tuntutan masyarakat Kunjir yakni Mirza dan Asep yang kini sudah melarikan diri.
[Henk Widi]

Bagikan:

Cendana News

Berikan Komentar: