SABTU, 24 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Pentingnya pemanfaatan air bagi para petani penggarap lahan persawahan di wilayah Lampung membuat Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Way Seputih-Way Sekampung (WSS) melakukan revitalisasi sarana irigasi bagi ribuan petani yang ada di beberapa kabupaten di Provinsi Lampung. Pembangunan sarana irigasi tersebut menurut salah satu petugas dari BPDAS-WSS, Harun, dilakukan untuk memperbaiki beberapa saluran irigasi yang sebelumnya tidak pernah tersentuh pembangunan dari instansi manapun diantaranya Dinas Pekerjaan Umum maupun Dinas Pertanian.


Ia mengungkapkan di wilayah Provinsi Lampung yang secara khusus berada di aliran sungai Way Seputih dan Way Sekampung wilayah yang mendapat alokasi revitalisasi saluran irigasi diantaranya Kabupaten Lampung Selatan, Kabupaten Lampung Timur dan Kabupaten Tanggamus. Khusus untuk Kabupaten Lampung Selatan sebanyak 16 titik mendapat prioritas pembuatan saluran irigasi tersier tersebut diantaranya Kecamatan Natar, Kecamatan Penengahan, Kecamatan Ketapang dan Kecamatan Ketibung sesuai dengan wilayah yang memiliki potensi lahan pertanian sawah.

“Prioritas pembangunan saluran irigasi terutama di wilayah petani pengguna air yang masih memiliki saluran irigasi tanah dan oleh BPDAS Way Sekampung dan Way Seputih,” ungkap Harun saat ditemui di lokasi pembuatan saluran irigasi di Desa Ruang Tengah Kecamatan Penengahan, Sabtu (24/9/2016)

Revitasisasi tersebut merupakan upaya membantu peningkatan hasil produksi padi yang saat ini sedang gencar dilakukan oleh pemerintah daerah dalam upaya swasembada pangan terutama beras. Meski demikian Harun mengaku dari saluran irigasi tersebut selain dipergunakan masyarakat untuk lahan pertanian padi namun ia mengungkapkan ratusan hektar lahan lain dipergunakan untuk pertanian palawija dan tanaman pertanian lain. Pembangunan saluran irigasi dengan volume berbeda di setiap wilayah menyesuaikan kebutuhan dan bersifat membangun fasilitas baru bukan perbaikan atau rehabilitasi saluran irigasi sebelumnya.


Pembangunan saluran irigasi bersumber dari dana balai besar BPDAS-WSS tersebut menurutnya dikerjakan langsung oleh para petani yang tergabung Perhimpunan petani pengelola air irigasi (P3AI) yang ada di setiap wilayah Provinsi Lampung. Para anggota P3AI di setiap titik yang akan dibangun saluran irigasi sekaligus pelaksana pengerjaan proyek untuk mengetahui volume dan kebutuhan masing masing saluran irigasi.

“Pemberdayaan para petani pengguna air yang ada di setiap wilayah sekaligus mengetahui kebutuhan riil terhadap saluran irigasi dan mereka juga yang mengetahui kualitas irigasi karena mereka sendiri yang mengerjakan” terang Harun.

Salah satu titik saluran irigasi sasaran di Desa Ruang Tengah yang dikerjakan mencapai panjang 500 meter dengan menggunakan batu belah dan pasir kali yang diambil dari sungai Way Pisang dan dikerjakan puluhan petani setempat yang memiliki lahan sawah di wilayah tersebut.

Saluran tanah yang sebelumnya tidak pernah dibangun secara permanen tersebut diharapkan membantu para petani yang selama ini bergantung dari aliran air Way Asahan dan sungai sungai di sekitarnya. Saluran-saluran air tersebut sebelumnya belum pernah sama sekali mendapat sentuhan pembangunan meski lahan pertanian di wilayah tersebut memiliki potensi yang sangat berlimpah.


Salah satu petani pengguna air di Desa Ruang Tengah, Abidin, mengaku sangat terbantu dengan proses pembangunan saluran irigasi oleh BPDAS-WSS sebab selain memberikan dampak positif bagi para petani saluran irigasi permanen tersebut bisa menjadi jalan yang digunakan untuk sarana pengangkutan hasil pertanian. Sebelumnya para petani mengalami kesulitan dalam pembagian air saat saluran air masih tanah karena bisa dijebol dan terkadang berlubang oleh hama tikus.

“Kami para pengguna air di wilayah pertanian ini sangat mendukung dan bersyukur wilayah kami mendapat prioritas pembangunan saluran irigasi dari BPDAS WSS" ungkapnya.

Pada wilayah yang berada dekat dengan saluran irigasi tersebut, Abidin mengungkapkan terdapat lebih dari 15 hektar lahan pertanian yang belum memiliki saluran irigasi permanen sementara ratusan hektar lain telah mendapat proyek pembangunan dari Dinas Pekerjaan Umum dan Dinas Pertanian.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: