JUMAT, 23 SEPTEMBER 2016

BALI --- Badan ‎Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bali menyita ribuan kosmetik yang mengandung bahan berbahaya. Kepala BPOM Bali, Endang Widowati menuturkan, ribuan kosmetik itu didapat dari tiga toko tradisional di wilayah Kota Denpasar dan Kabupaten Badung.


"Jadi, kosmetik yang kita sita ini mengandung bahan berbahaya seperti merkuri, pewarna yang dilarang dan bahan yang dilarang lainnya," kata Endang, Jumat 23 September 2016.

Barang-barang kosmetik itu di antaranya adalah lisptik, kutek, krim, eye shadow dan sejumlah alat kecantikan wanita lainnya. Ia menjelaskan jika saat pihaknya mengamankan barang-barang tersebut sama sekali tak ada perlawanan. 

"Para pedagang itu kooperatif. Kita jelaskan apa yang sebenarnya mengapa dagangan mereka kami sita," jelas Endang.

Menurut Endang, jika bahan-bahan berbahaya itu digunakan, meskipun pemakaiannya di luar tubuh, namun efeknya bisa hingga dalam tubuh pengguna alat kecantikan berbahaya tersebut. Biasanya, efek yang timbul adalah iritasi kulit, timbul bintik-bintik hitam pada kulit. Lebih parah, bisa merusak saraf si pengguna kosmetik berbahaya tersebut. Pada orang hamil, bahan berbahaya itu bisa merusak janin.

Sementara itu, Endang mengaku belum menentukan sanksi apa yang akan dijatuhkan kepada para pedagang tersebut. "Pelanggarannya seperti apa, nanti ada prosesnya. Kita gelar perkara dulu," ujarnya.

Kendati begitu, ia tak menampik jika sudah BPOM sebelumnya telah memproses enam orang yang diduga melakukan pelanggaran dengan menjual alat kosmetik yang tak berizin dan mengandung bahan berbahaya.

Endang menduga barang-barang tanpa izin dan mengandung bahan berbahaya itu dipasok dari luar Pulau Bali. "Para pelaku bisa dijerat dengan UU Kesehatan. Ancaman hukumannya 15 tahun penjara dan denda Rp1,5 miliar. Mereka juga bisa dijerat menggunakan Perka BPOM dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar," tutupnya.
(Bobby Andalan)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: