RABU, 28 SEPTEMBER 2016

MATARAM --- Kenalkan berbagai jenis bibit unggulan dan teknologi pertanian ramah lingkungan, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Open House Inovasi Teknologi Pertanian.


Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) NTB Moh. Saleh Mokhtar mengatakan kegiatan Open House Teknologi Pertanian di Provinsi NTB merupakan rangkaian kegiatan ekspose dan diseminasi hasil-hasil penelitian dan pengkajian Badang LITBANG Pertanian.

"Acara tersebut dilakukan, selain untuk mengenalkan berbagai jenis bibit pertanian unggulan untuk ditanam oleh petani, melalui penggunaan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan, juga untuk mendukung upaya meningkatkan swasembada pangan nasional" kata Saleh di Mataram, Rabu (28/9/2016).

Dikatakan, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk mendiseminasikan kepada masyarakat pengguna teknologi serta mendapatkan umpan balik atas teknologi yang sudah disebarkan terhadap teknologi yang dibutuhkan saat ini dan di masa yang akan datang.

Saleh berharap kegiatan ini akan menarik sekitar 1500 pengunjung yang berasal dari NTB maupun luar NTB, iven tahunan nantinya juga akan dirangkaikan dengan beberapa kegiatan antara lain Pameran gelar teknologi unggulan komoditas strategis nasional yaitu padi, jagung, kedelai, bawang merah, cabai, sapi dan tebu.

“Kita optimis kegiatan ini akan menarik perhatian masyarakat luas tidak hanya masyarakat kita di dalam daerah” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTB, Muhammad Amin berpesan bahwa sejalan dengan dinamika pembangunan  pertanian saat ini, pembangunan pertanian di NTB harus mampu menghasilkan ilmu pengetahuan, teknologi dan sistem kelembagaan pertanian yang kuat sebagai mesin penggerak utamanya.

“Perhatian pada pengembangan teknologi salah satunya teknologi bio-industri yang ramah lingkungan dan berorientasi kepada kebutuhan pengguna untuk kemandirian petani, juga menjadi fokus yang tidak boleh lepas dari perhatian kita semua” tutup Amin.
(Turmuzi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: