JUMAT, 2 SEPTEMBER 2016

JAKARTA ---Anggota Dewan Pakar Partai Golkar, Indra J.Piliang menyampaikan, internet dan media sosial mengubah kultur politik yang signifikan. Perlu strategi jitu untuk dapat merangkul generasi yang dikenal dengan generasi Y.


Disebutkan, generasi Y, yakni mereka yang umumnya lahir antara 1976 dan 1995. Generasi tersebut, memiliki karakter dan perilaku politik yang berbeda dengan generasi sebelumnya.

Dijelaskan, generasi ini juga umumnya memindai informasi dari layar screen dengan telunjuk, berkomunikasi dengan media sosial, bahkan memiliki karakter dan perilaku politik yang berbeda dengan generasi sebelumnya.

"Dengan karakter seperti ini dibutuhkan strategi cerdas untuk dapat merangkul mereka, bersimpati terhadap partai politik hingga mengajak mereka untuk datang memilih,” kata Indra dalam diskusi politik ' digital demokrasi, generasi Y dan perubahan strategi pemenangan pemilu, di Aula DPP Partai Golkar, Slipi Jakarta Barat, Jumat, (2/9/2016).

Maka untuk itu, menurutnya, butuh strategi jitu untuk institusi partai politik yang cenderung formal, dalam menyikapi perubahan dan karakter pemilih. Baik dengan perbedaan budaya antara pengambilan keputusan di level partai dan karakter pemilu.

Ia menuturkan, menggaet generasi Y ini ke dunia politik yang masih distigmakan kotor, bukan saja sebatas sebagai simpatisan dan pemenang. melainkan akan menjadi tugas partai politik untuk menarik mereka agar tak apatis dengan dunia politik yang bermakna sebagai jembatan kemaslahatan dan kesejahteraan.

"Jadi strategi komunikasi, kampanye, sosialisasi dan penggalangan pemenang itu yang menjadi sangat penting," pungkasnya.
[Adista Pattisahusiwa]
Bagikan:

ME. Bijo Dirajo

Berikan Komentar: