SELASA, 27 SEPTEMBER 2016

LAMPUNG --- Upaya mencegah peredaran senjata api yang ditengarai akan digunakan untuk tindak kejahatan dicegah dengan melakukan razia rutin di depan pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan. Menurut kepala kepolisian sektor kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni, AKP Parhan, pengamanan pembawa senjata api yang akan menyeberang dari Pelabuhan Bakauheni dan akan menyeberang ke Pelabuhan Merak.


Berdasarkan kronologis penangkapan oknum bernama Juli Hidayatullah (30) pembawa senjata api tersebut saat tersangka naik kendaraan travel Daihatsu Xenia warna hitam bernomor polisi BE 2156 CI dan saat dilakukan pemeriksaan ditemukan barang-barang bawaan ditemukan senjata api milik tersangka.

Saat dilakukan pemeriksaan senjata api tersebut ditemukan dalam tas selendang warna hitam merk exist dan ditemukan satu pucuk senjata api genggam jenis FN merk STI berwarna hitam kombinasi silver. Selain itu di dalam magazinnya berisi sebanyak 17 butir amunisi kaliber 9 milimeter yang masih dalam keadaan aktif.

“Antisipasi hal-hal tak diinginkan anggota kami mengamankan tersangka berikut senjata agar senjata api tanpa dokumen tersebut tidak digunakan untuk aksi kriminalitas dan atensi kapolda untuk meredam aksi kejahatan dengan senjata api” ungkap Kapolsek KSKP Penengahan AKP Parhan saat menunjukkan barang bukti senjata api dan tersangka di Mapolsek KSKP, Selasa (27/9/2016)


Kepada petugas polisi Juli yang merupakan warga Aceh yang tinggal di Jalan Kenanga II LK II Pringsewu Utara Kabupaten Pringsewu mengaku membeli senjata api tersebut dari seseorang dengan harga Rp 30 juta berikut 17 butir amunisi. Senjata api tersebut menurut pengakuannya baru dimiliki selama dua bulan dan akan dipergunakan untuk dibawa ke kampungnya meski senjata api tersebut tidak dilengkapi dokumen yang sah dan kepemilikan senjata api tersebut hanya boleh dimiliki oleh anggota TNI dan Polri.

Upaya pengamanan senjata api tersebut juga dibarengi dengan upaya sterilisasi pihak kepolisian di wilayah Pelabuhan Bakauheni dengan mengamankan tersangka pelaku pencopetan. KSKP berhasil mengamankan tersangka copet bernama Angga, Melki yang mencuri telepon genggam dan uang milik penumpang kapal di lintasan Selat Sunda.

Upaya pengamanan dan mencegah tindak kriminalitas tanpa kecuali di wilayah Pelabuhan menurut AKP Parhan sesuai dengan program Kapolda Lampung Brigjen Pol Ike Edwin yang menggulirkan program operasi sepanjang masa. Operasi sepanjang masa dilakukan untuk mencegah tindakan dan aksi kriminalitas yang ada di wilayah Lampung.


Kasus senjata api menurut AKP Parhan sudah merupakan upaya pengamanan di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni bahkan sudah sebanyak tiga kali pengamanan untuk mencegah aksi kriminalitas di wilayah Jawa terutama melalui Pelabuhan Bakauheni sebagai pintu masuk ke Pulau Jawa. Berbagai langkah dilakukan oleh KSKP Bakauheni juga dilakukan dengan melakukan pengamanan untuk menghindari adanya aksi kriminalitas terkait pencopetan dan penjabretan.

Akibat perbuatannya tersangka terancam pidana Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 dengan ancaman pidana penjara selama 20 tahun penjara. Ancaman tersebut sesuai dengan perkara yang disangkakan dimana barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, atau mengeluarkan dari Indonesia senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak.
(Henk Widi)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: