RABU, 14 SEPTEMBER 2016

BALIKPAPAN --- Untuk mencegah dan menekan angka kejahatan seksual di Kota Balikpapan, Walikota ajak warganya untuk mengawasi anak-anaknya dalam kesehariannya. Hal itu dikatakan Walikota Balikpapan, Rizal Effendi menanggapi adanya kasus kejahatan seksual belum lama ini, dan adanya grafik peningkatan kasus kejahatan seksual di kota ini. 

Walikota Balikpapan Rizal Effendi
Ia mengatakan sepanjang tahun 2015 lalu, tercatat 28 kasus kejahatan seksual terhadap anak. Sedangkan pada semester pertama tahun ini, sudah tercatat 19 kasus kejahatan seksual serupa. "Dari data yang dihimpun itu membuktikan ada peningkatan pada kejahatan seksual. Apalagi belum lama inj kasus kejahatan seksual itu kembali terjadi dan ini sangat mengkhawatirkan," tegasnya, Rabu (14/9/2016).

Untuk mencegah kejahatan seksual, Rizal meminta orangtua harus lebih waspada dan berperan aktif dalam mengawasi lingkungan, teman bermain dan pergaulan keseharian anak. "Saya juga minta penegak hukum untuk menghukum pelaku kejahatan seksual pada anak, yang berat sehingga menimbulkan efek jera pelaku," tandasnya.

Dijelaskannya, Pemkot bersama dengan Lembaga Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Balikpapan, terus mengupayakan pendampingan dan pemulihan psikologis anak, pasca kejahatan seksual yang menimpa korban.

"Dari hasil pememeriksaan, pelaku kejahatan itu karena menghirup aroma lem, mengonsumsi minuman keras, atau narkoba. Dengan mengkonsumsi narkoba, orang cenderung tidak berpikir waras dan berbuat menyimpang," tambahnya. 

Sementara itu, Ketua harian P2TP2A Ardy Rahayu mengungkapkan upaya yang dilakukan terhadap korban yakni melakukan pembinaan dan pendampingan hukum. Pendampingan yang dilakukan itu mulai psikilogis, spiritual, sosial dan advokasi hukum hingga kasus selesai. 

"Tinggi angka kejahatan seksual ini, kami himbau warga jangan takut untuk melaporkan tindak kekerasan dan pelecehan seksual yang menimpa anak dan perempuan," pungkasnya.
(Ferry Cahyanti)
Bagikan:

Andhitya Maulana

Berikan Komentar: